Liz Truss Jadi PM Inggris Pertama yang Menjabat Dalam Jangka Waktu Terpendek Hanya 45 Hari

photo author
Tim Warta Pesona 2, Warta Pesona
- Jumat, 21 Oktober 2022 | 11:38 WIB
Liz Truss Jadi PM Inggris Pertama yang Menjabat Dalam Jangka Waktu Terpendek Hanya 45 Hari (Tim WartaPesona)
Liz Truss Jadi PM Inggris Pertama yang Menjabat Dalam Jangka Waktu Terpendek Hanya 45 Hari (Tim WartaPesona)

WartaPesona.com - Kabar datang dari Perdana Menteri Inggris Liz Truss Mengudurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris.

Hal tersebut diumumkan pada Kamis, 20 Oktober 2022.

Liz Truss hanya menjabat dalam waktu jangka pendek yaitu 45 hari.

Meninggalkan bekas luka yang abadi pada ekonomi inggris.

Dikutip dari Pikiran Rakyat dalam artikel yang berjudul '45 Hari Menjabat, Liz Truss Jadi PM Inggris dengan Masa Jabatan Terpendek'.

Baca Juga: Kemenkes Ambil Kebijakan Antisipatif Untuk Cegah Gangguan Ginjal Pada Anak

Agenda Liz Truss yang mana dibumbui dengan pemotongan pajak dan disampaikan bulan lalu, berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Inggris yang terancam resesi dan membekukan harga energi untuk meringankan biaya krisis hidup.

Namun, langkah-langkah yang dinilai mahal didorong pula oleh tingkat utang yang merusak kredibilitas pemerintah pada keuangan publik dan menyebabkan obligasi dan tingkat hipotek melonjak.

"Perjudian politik besar Liz Truss secara spektakuler menjadi bumerang tetapi tidak sebelum mendatangkan kerusakan signifikan pada ekonomi Inggris," kata Susannah Streeter, analis di pialang saham Hargreaves Lansdown.

"Ini akan memakan waktu yang cukup lama sebelum premi risiko yang melekat pada aset Inggris memudar, menyusul gangguan keuangan yang mengikuti anggaran mini," ujar Susannah Streeter.

Baca Juga: Sandiaga Uno Apresiasi Hadirnya Gerai Kopi Kenangan dan Restoran Sari Ratu di Malaysia

Langkah-langkah yang dilakukan Liz Truss tersebut memicu hilangnya kepercayaan di pasar, yang pada akhirnya memicu kejatuhan politisi kelahiran Oxford berusia 47 tahun itu.

Investor juga merasa bahwa anggaran belanja secara royal bertentangan dengan kenaikan suku bunga Bank of England baru-baru ini yang mana berusaha untuk menurunkan inflasi yang tak terkendali.

"Politik dalam beberapa minggu terakhir telah merusak kepercayaan orang, bisnis, pasar, dan investor global di Inggris. Itu sekarang harus diakhiri jika kita ingin menghindari lebih banyak kerugian bagi rumah tangga dan perusahaan," kata Tony Danker, kepala Lobi bisnis CBI.

Sementara itu, pasar menarik napas lega setelah pengunduran diri Truss.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tim Warta Pesona 2

Sumber: Pikiran Rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X