Imbauan tersebut disampaikan Tito saat menyerahkan bantuan berupa 456 unit gerobak sorong serta paket mi instan kepada warga terdampak banjir pada 11 Januari 2026.
Menurut Tito, percepatan pembersihan sangat penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan aman, tanpa harus berjuang membersihkan rumah dalam kondisi fisik yang terbatas.
Selain itu, Tito juga menyoroti perlunya penambahan personel untuk mempercepat proses penanganan.
Dalam rapat yang digelar di Banda Aceh pada 10 Januari 2026, ia menyebut telah meminta tambahan bantuan personel dari unsur TNI dan Polri.
“Kekuatan yang ada menurut pendapat saya perlu ditambah tambahan BKO, TNI, dan Polri,” ujar Tito.
Ia mengungkapkan telah mengusulkan penambahan sekitar 5.000 personel Polri dan 10.000 personel TNI untuk membantu pembersihan lumpur, termasuk di area sungai dan pemukiman padat penduduk.
Tak hanya itu, sejumlah siswa dari sekolah ikatan dinas juga diterjunkan untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan.
Penambahan personel ini dinilai penting mengingat pembersihan lumpur membutuhkan tenaga fisik besar dan akan jauh lebih berat jika dilakukan saat warga sudah memasuki masa puasa.
Sungai dan Pemukiman Jadi Fokus Penanganan
Selain pemukiman warga, Mendagri juga meminta agar penanganan pascabanjir mencakup normalisasi sungai.
Endapan lumpur, kayu, dan material lainnya yang memenuhi badan sungai dikhawatirkan dapat memicu banjir susulan jika tidak segera dibersihkan.
Normalisasi sungai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana lanjutan, sekaligus mendukung proses pemulihan jangka panjang di wilayah terdampak.
Sementara itu, berdasarkan jadwal dari Muhammadiyah, umat Muslim diperkirakan akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan pada 18 Februari 2026.
Dengan waktu yang tersisa kurang dari satu bulan, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat kini berpacu dengan waktu agar rumah-rumah warga bisa kembali layak huni sebelum Ramadan tiba.
Bagi warga Aceh, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga harapan untuk kembali menjalani kehidupan normal setelah dihantam bencana besar. *****