sementara sebagian lainnya menunggu giliran alat berat masuk ke pekarangan rumah.
Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir
Rumah Tak Bisa Dihuni, Warga Bertahan di Pengungsian
Akibat timbunan lumpur yang cukup tinggi, banyak rumah warga belum bisa dihuni. Lantai rumah tertutup lumpur setebal puluhan sentimeter, bahkan di beberapa lokasi, lumpur mencapai ketinggian tiang rumah.
“Banyak rumah warga yang masih dipenuhi lumpur, sehingga mereka belum bisa masuk ke rumah,” tulis Bayu lagi.
Kondisi ini memaksa sebagian warga bertahan di tempat pengungsian atau menumpang di rumah kerabat.
Situasi tersebut semakin berat bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia, terlebih menjelang Ramadan yang biasanya diisi dengan persiapan ibadah dan aktivitas keluarga di rumah.
Unggahan lain dari akun Instagram @syahrur_sr647 memperlihatkan progres pembersihan lumpur di salah satu rumah warga.
Dalam video tersebut, kondisi rumah yang sebelumnya nyaris tak terlihat karena tertimbun lumpur kini mulai tampak setelah dibersihkan menggunakan alat berat.
“Kondisi rumah yang tertanam lumpur kemarin tanggal 6 Januari 2026, sekarang sudah bersih digali oleh alat berat. Sepuluh hari yang lalu bahkan rumahnya tidak nampak seperti sekarang,” tulis pemilik akun dalam keterangannya.
“Alhamdulillah sekarang sudah nampak rumah seperti semula, semoga puasa ini warga bisa beribadah dengan tenang dan lancar Ya Allah,” lanjutnya.
Menurut keterangan di video tersebut, ketinggian lumpur sebelumnya bahkan melampaui tiang rumah.
Meski bagian depan sudah dibersihkan, sisi samping dan belakang rumah masih menyisakan endapan lumpur yang cukup tinggi.
Baca Juga: Haru di Posko Kesehatan, Seorang Ayah Berjuang Cari Obat demi Kesembuhan Anaknya
Target Pemerintah : Bersih Lumpur Sebelum Ramadan
Persoalan lumpur pascabanjir ini juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian
sebelumnya mengingatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang agar pembersihan lumpur dapat dikebut sebelum memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah.