“Yang kita harapkan adalah solusi konkret, agar warga dapat menjaga perekonomiannya dan dapat bekerja dengan semestinya,” sambungnya.
Para mahasiswa juga menekankan bahwa mereka telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan jauh sebelum kunjungan pejabat pemerintah dilakukan.
“Sebelum Bapak, gubernur, atau wakil gubernur turun, kita sudah turun duluan ke lapangan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi,” ungkap mahasiswa tersebut.
Baca Juga: Keluhkan Tiket Mahal ke Aceh, Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Lebih Murah Terbang via Malaysia
Respons Wapres Gibran : Minta Ditindaklanjuti
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa, Wapres Gibran Rakabuming Raka tampak merespons secara langsung di lokasi.
Ia meminta jajaran pemerintah daerah, mulai dari Gubernur Kalimantan Selatan hingga para bupati, untuk menindaklanjuti keluhan dan masukan tersebut.
“Nanti, Pak Gubernur, Bupati, ini ada kesalahan tata ruang tidak di sini?” ujar Gibran dalam dialog tersebut.
Gibran menegaskan bahwa pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap persoalan banjir dan tata ruang di Kalimantan Selatan, serta membuka ruang bagi aspirasi mahasiswa untuk ditindaklanjuti secara serius.
“Kita di sini beri atensi khusus, dan kalau ada aspirasi teman-teman mahasiswa dari kampus, diterima,” tandas Gibran.
Dialog antara Wapres dan mahasiswa itu pun menuai beragam respons dari publik. Banyak warganet menilai keberanian mahasiswa menyampaikan aspirasi secara langsung sebagai bentuk kontrol sosial,
sekaligus pengingat bahwa penanganan banjir dan tata kelola sumber daya alam di Kalimantan Selatan masih membutuhkan pembenahan menyeluruh. *****