WartaPesona.com- Jeddah, 17 Juni 2025 — Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, khususnya dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Dalam rapat evaluasi bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Amirul Hajj di Jeddah, Senin (16/6), Menag menyatakan bahwa haji tahun ini berlangsung jauh lebih tertib, nyaman, dan penuh peningkatan signifikan di berbagai aspek layanan.
“Alhamdulillah, jemaah kita tahun ini bisa pulang dengan senyum. Ibadah haji mereka berjalan baik, tertib, dan jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya,” tutur Menag.
Baca Juga: Strategi Diplomasi Pariwisata: Kementerian Pariwisata Tingkatkan Promosi Indonesia di Kancah Global
Pernyataan ini bukan sekadar simbolik, namun didasarkan pada berbagai indikator objektif yang menunjukkan perbaikan nyata dalam pelaksanaan ibadah haji.
Layanan Konsumsi dan Transportasi Mengalami Perbaikan Besar
Salah satu aspek paling menonjol dalam peningkatan layanan haji 2025 adalah penyediaan konsumsi dan transportasi.
Jemaah Indonesia, yang mencapai lebih dari 200 ribu orang, mendapatkan makanan yang tidak hanya melimpah, tetapi juga disajikan dengan kualitas yang lebih baik dan distribusi yang tepat waktu.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Kunjungi RSAS dan KKHI Makkah, Doakan Kesembuhan Jemaah Haji
“Jemaah sendiri menyebut makanannya melimpah dan hotelnya nyaman. Akses ibadah juga semakin mudah,” kata Menag.
Transportasi juga menjadi sorotan positif. Layanan Bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam di Makkah memungkinkan jemaah untuk pergi ke Masjidil Haram kapan saja tanpa hambatan.
Di Madinah, lokasi hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi sangat mendukung pelaksanaan ibadah arbain, yang memerlukan konsistensi kehadiran dalam 40 waktu salat berjamaah.
Baca Juga: 12 Tahun Bersama BTS: FESTA 2025 Jadi Momen Haru Penuh Cinta dari Member untuk ARMY
Kesehatan dan Keselamatan Jemaah Lebih Terjaga
Faktor kesehatan jemaah juga menunjukkan tren membaik. Menag melaporkan bahwa angka jemaah yang sakit berat maupun yang wafat mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, termasuk dibandingkan dengan tahun 2023.
Bahkan, untuk jemaah yang tidak mampu menjalankan rukun haji karena sakit berat, pemerintah telah memfasilitasi proses badal haji (penggantian ibadah oleh orang lain) secara optimal.