Ia menyebut, menanam pohon dan merawat alam merupakan ibadah ekologis yang mencerminkan cinta kepada Sang Pencipta.
“Krisis lingkungan bukan hanya soal teknologi, tapi soal cara kita memahami hubungan manusia dengan alam,” ujar Nasaruddin, sembari mencontohkan gerakan penanaman pohon yang telah dilaksanakan di madrasah dan rumah ibadah.
Abrahamisme dan Dialog Kemanusiaan
Menutup pidatonya, Nasaruddin mengutip ayat Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 62) yang mengakui keselamatan bagi semua yang beriman dan berbuat baik, tanpa membatasi pada satu umat.
Ia menyerukan semangat dialog Abrahamik, kerja sama lintas iman untuk membangun dunia yang damai dan berkelanjutan.
"Kita semua adalah pewaris ajaran Abrahamik. Dunia ini milik bersama, dan tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.
Kehadiran Menag RI di forum ini bukan hanya menunjukkan wajah damai Islam Indonesia, tetapi juga membawa pesan bahwa moderasi, toleransi, dan cinta pada bumi adalah warisan yang patut dibagikan ke panggung global.***