Setelah tidak lagi digunakan sebagai Kantor Inspektorat Bea dan Cukai, pada tahun 1973 gedung tersebut mulai dipugar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga: Makanan Minang yang Menggoyang Lidah: Cita Rasa Padang yang Menggiurkan
Gedung itu dipugar untuk dijadikan Museum Sumpah Pemuda, yang pembangunannya selesai pada 20 Mei 1973.
Gagasan untuk mendirikan Museum Sumpah Pemuda itu muncul dari para pelaku Kongres Pemuda II tahun 1928.
Para pelaku sejarah Kongres Pemuda II 1928 berpendapat, bahwa nilai-nilai persatuan yang dirintis oleh generasi 1928 harus diwariskan kepada generasi yang lebih muda.
Baca Juga: Zodiak Pisces hari Kamis 26 Oktober 2023, hubungan cinta baru sepertinya tak berjalan mulus
Pada tanggal 15 Oktober 1968, Prof Mr Soenario mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin untuk meminta perhatian dan pembinaan terhadap gedung bersejarah tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin kemudian menetapkan gedung tersebut bangunan cagar budaya.
Sebagai tindak lanjut, gedung tersebut dipugar untuk dijadikan museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda, dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973.
Setahun kemudian, Museum Gedung Sumpah Pemuda itu kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. *(SA/K)