berita

Terjadi pelanggaran HAM, Pulau Rempang dan Kekuatan Aparat yg Berlebih, Serta Tembakan Gas Air Mata

Rabu, 20 September 2023 | 11:52 WIB
Peta Wilayah Rempang, Kepulauan Riau. (IG: kepulauanriau_id)

Baca Juga: Menuju Piala Dunia U-17: Tim Indonesia Tiba di Jerman


Lantas apa saja hasil temuan awal dari Investigasi Solidaritas Nasional Untuk Rempang? Menurut Kepala divisi riset dan dokumentasi komunikasi, Rozy Brilian Sodik, ada 20 orang yang menjadi korban luka ringan bahkan ada yg mengalami luka berat saat Aparat memaksa masuk ke perkampungan bahkan sekolah.


Ridwan salah seorang lansia yang berusia 60 tahun yang tertembak peluru karet, fotonya berlumuran darah yang beredar di sosial media, kini Ridwan mendapat penanganan luka sebanyak 12 jahitan akibat gas air mata yg di tembak secara serampangan.


Fakta yang ditemukan oleh tim Investigasi ialah penembakan gas air mata yg dikeluarkan secara serampangan, tembakan gas air mata yang tertuju ke berbagai penjuru jalan saat Aparat membubarkan massa yang melakukan aksi penolakan pengukuran dan pematokan lahan.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Event Internasional Mampu Meningkatkan Kunjungan Wisman ke Kepri


Gas air mata ditembakan pertama kali di lokasi Balerang Jalan IV, kemudian gas air mata kembali ditembakan pada SD 24 Galang, dan SMPN 24 Batam.


Rozy pun mengungkapkan, pada saat kerusuhan terjadi salah seorang Guru SMPN 22 mengatakan bahwa siswa sedang berada didalam kelas. Sekitar pukul 10:10 WIB saat kericuhan terjadi dijalan balerang, ada gas air mata yg ditembakan ke area Sekolah, "menurut kesaksian seorang Guru SMPN 22".


Hingga para siswa berlarian ke arah Mushola, dan bahkan ada yang berlari ke bukit-bukit dekat Sekolah. Komnas HAM juga menemukan sebuah selongsong gas air mata yang berada di lingkungan Sekolah.***

 

 

Penulis : Feri Candra

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB