WEF prediksi 83 juta pekerjaan akan hilang digantikan digitalisasi, kapan terjadi?

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Kamis, 20 Juli 2023 | 16:02 WIB
Ilustrasi WEF memprediksi 83 juta pekerjaan akan hilang di tahun 2027.  (Instagram @kemnaker)
Ilustrasi WEF memprediksi 83 juta pekerjaan akan hilang di tahun 2027. (Instagram @kemnaker)

WartaPesona.com - The World Economic Forum (WEF) menyebut 83 juta pekerjaan diperkirakan akan hilang pada rentang waktu empat tahun mendatang.

Prediksi WEF terkait potensi hilangnya 83 juta pekerjaan tersebut akibat alih teknologi digital yang semakin masif di semua sektor pekerjaan.

WEF memperkirakan 83 juta pekerjaan akan hilang pada tahun 2027, dan digantikan oleh peranan digitalisasi.

Baca Juga: Manggis Kaligesing, komoditas unggulan dari Purworejo, manfaatnya baik untuk ibu hamil

Perkiraan WEF tersebut terdapat pada Laporan Masa Depan Pekerjaan (The Future of Jobs) 2023.

Selain karena digitalisasi, WEF menyebut hilangnya 83 juta pekerjaan itu juga karena pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Hasil survei yang dilakukan WEF, menunjukkan pertumbuhan tertinggi dari 2023-2027 adalah untuk Operator Peralatan Pertanian, Pengemudi Truk Berat dan Bus, dan Guru Pendidikan Kejuruan.

Baca Juga: Kota Marsa Alam di pesisir Laut Merah Mesir, terkenal dengan pantai-pantainya yang indah

Sementara itu, pekerjaan yang terkait dengan Entri Data, Administrasi, Eksekutif, Akuntansi, Pembukuan, dan Penggajian, diperkirakan akan mengalami pengurangan pekerjaan yang terbesar.

Namun bersamaan dengan hilangnya 83 juta pekerjaan pada tahun 2027, akan muncul 69 pekerjaan baru yang berkaitan dengan teknologi digital.

Dilansir dari laman weforum.org, hilangnya 83 juta pekerjaan itu juga berpotensi terjadinya kontraksi pasar tenaga kerja global sebesar 14 juta pekerjaan dalam lima tahun nanti.

Survei WEF juga menunjukkan meningkatnya tren pekerjaan di sektor perdagangan digital, dan pengurangan tenaga kerja manusia di sektor tertentu.

Baca Juga: Agungnya sebuah perkawinan dalam adat tradisi di Indonesia, kaya simbol budaya dan ajaran kehidupan

Di era serba digital, peran interaksi global akan lebih digital sehingga menyebabkan aspek layanan tatap muka dan pencatatan menjadi kurang diperlukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X