Daging ayam bagian dada tanpa kulit mengandung 85 mg kolesterol, dan paha ayam mengandung 135 mg kolesterol.
Melihat data tersebut, ternyata daging kambing justru mengandung lebih sedikit kolesterol.
Tidak hanya itu, daging kambing juga mengandung beragam nutrisi yang justru dibutuhkan oleh tubuh.
Beberapa nutrisi pada daging kambing adalah protein, lemak, kalium, zat besi, zinc, kalsium, selenium, fosfor, folat, vitamin B, vitamin K, dan vitamin E.
Lalu, apa yang membuat daging kambing sering dianggap sebagai biang penyebab tekanan darah tinggi dan kolesterol?
Baca Juga: Mengenal keelokan burung Jalak Bali yang semakin langka dan terancam punah
Ternyata, penyebab dari anggapan itu adalah cara pengolahannya yang kurang tepat.
Sering kali orang mengolah daging kambing sebagai gulai dengan santan kental, atau sate dengan bumbu kacang yang tinggi lemak dan kolesterol.
Agar terhindar dari kolesterol dan tekanan darah tinggi, disarankan unjtuk mengolah daging kambing dengan cara dibakar atau dipanggang.
Selain itu, potong bagian yang berlemak sehingga yang hanya bagian daging merahnya saja yang dikonsumsi.
Cara lain lain agar kambing tidak menjadi masalah adalah mengkonsumsi buah-buahan yang kaya serat setelah mengonsumi daging kambing atau sapi. ***(KKT)
Artikel Terkait
Tengkleng, Kuliner Khas Solo yang Menyajikan Kelezatan Tulang Kambing dengan Kuah yang Gurih dan Lezat
Dendeng Balado: Kelezatan Daging Sapi Krispi dengan Bumbu Balado yang Menggugah Selera, Ini Resepnya
Sate: Lezatnya Potongan Daging yang Dipanggang dengan Saus Khas
Inilah keunggulan daging kelinci yang bertekstur lebih lembut, kaya protein, dan ramah lingkungan
Menggoyang Lidah dengan Kelezatan Tongseng Kambing: Resep dan Cara Memasak yang Mudah
Stok hewan kurban di Kabupaten Gunung Kidul, surplus, segini harga rata-rata sapi dan kambing
Presiden Jokowi siapkan sapi kurban untuk 38 provinsi di Indonesia, bobotnya di atas 900 kilogram