WartaPesona.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah bekerja sama dengan DouYin (TikTok Tiongkok) untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya destinasi Bali dan Labuan Bajo, kepada wisatawan Tiongkok.
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperluas lapangan kerja.
Sebanyak 4 Key Opinion Leader dari Tiongkok diundang untuk mengikuti Famtrip yang diselenggarakan dari 3 hingga 8 April 2023 di Bali dan Labuan Bajo.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Mendorong Kebangkitan Ekonomi Desa Wisata Cibeusi Melalui Atraksi Budaya dan Keindahan Alam
Mereka akan mengunjungi beberapa objek wisata dengan berbagai key point yang diusung, seperti food, culture, wellness, dan adventure.
Selain itu, mereka juga akan menginap di hotel mewah dan menikmati perawatan spa terbaik.
Program ini dilakukan untuk menyambut kembali wisatawan Tiongkok setelah tiga tahun vakum terkait COVID-19.
Wisatawan Tiongkok merupakan salah satu negara pasar terbesar untuk Indonesia, dengan lebih dari 2 juta kunjungan dalam 3 tahun berturut-turut dari 2017 hingga 2019.
Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno: JakCloth Lebaran 2023 Akan Membangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi
Untuk mencapai target 255.300 kunjungan wisatawan Tiongkok tahun ini dan menjaga Wonderful Indonesia tetap menjadi top of mind wisatawan Tiongkok, pendekatan kolaboratif harus dilakukan oleh sektor publik dan swasta pemangku kepentingan pariwisata.
Oleh karena itu, Kemenparekraf melalui Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 1 - Kawasan Asia Pasifik, Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Sindhutrisno, menjelaskan bahwa tidak hanya berkolaborasi dengan DouYin, tetapi juga dengan beberapa mitra, seperti The Laguna Resort & Spa Nusa Dua, Bali the Luxury Collection, AYANA Komodo Waecicu Beach, Probali Tours, Xiamen Air, Sea Safari Cruises, Desa Potato Head, dan Atlas Beach Fest Bali, untuk menyelenggarakan program ini seperti dikutip dari laman Kemenparekraf.
Tentang DouYin
DouYin adalah sebuah aplikasi media sosial berbagi video pendek yang berkantor pusat di Beijing, Tiongkok.
Aplikasi ini dikenal dengan nama TikTok di luar Tiongkok. DouYin didirikan oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok, ByteDance, pada bulan September 2016.
Baca Juga: Menteri Sandiaga Uno dan Presiden PKS Melihat Langsung Kreativitas Petani Milenial di Karawang
Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengedit video pendek dengan durasi 15 detik hingga 60 detik, yang dapat diisi dengan musik dan efek visual.
Pengguna dapat mengunggah video mereka dan membagikannya dengan pengguna lain di seluruh dunia.
DouYin telah menjadi salah satu aplikasi media sosial terpopuler di Tiongkok dan di seluruh dunia.
Aplikasi ini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, dengan pengguna terbesar berasal dari Tiongkok.
DouYin juga menjadi platform promosi yang populer bagi banyak merek dan organisasi, karena dapat membantu mereka mencapai audiens yang lebih luas dan memperluas jangkauan pemasaran mereka. ***(SA)
Artikel Terkait
Menparekraf Sandiaga Uno: JakCloth Lebaran 2023 Akan Membangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi
Angela : PP 24/2022: Kemudahan Pembiayaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif dan Kunjungan Wisata Lebaran Naik 25%
Sandiaga Uno: Mendorong Kebangkitan Ekonomi Desa Wisata Cibeusi Melalui Atraksi Budaya dan Keindahan Alam