Atasi Dampak Inflasi Ramadhan, Pemprov Kalsel Siapkan Dua Strategi Ini

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 10 Maret 2023 | 23:49 WIB
 Atasi Dampak Inflasi Ramadhan, Pemprov Kalsel Siapkan Dua Strategi Ini | wartapesona.com (Foto : Istimewa)
Atasi Dampak Inflasi Ramadhan, Pemprov Kalsel Siapkan Dua Strategi Ini | wartapesona.com (Foto : Istimewa)

WartaPesona.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengadakan rapat antar jajaran pejabat di Kantor Sekdaprov Kalsel, Banjarbaru guna persiapan pagelaran pasar Ramadhan 1444 H untuk menjadi tempat berdagang bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Menindaklanjuti rapat yang telah digelar, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalsel H. Nurul Fajar Desina Ces, mengatakan jika pagelaran rapat yang telah dilaksanakan sudah sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, untuk menggelar pasar Ramadhan pada 1444 H atau 2023 M.

Baca Juga: Bangun Kewirausahaan, Keluarga Besar Purna Adhyaksa Gelar Seminar Dengan Mengandeng Bank Mandiri Taspen

“Sesuai dengan arahan Gubernur, pasar Ramadhan ini sepenuhnya gratis, tidak berbayar sewa tempat untuk pengurus pedagang pasar wadai maupun UMKM binaan Diskop-UKM Kalsel. Karena itu, kami berharap dukungan dari stakeholder terkait agar hal tersebut bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, pasar Ramadhan 1444 H yang akan digalangkan oleh Pemprov Kalsel akan diadakan secara gratis, sehingga para pelaku UMKM dapat menempati stan atau tempat berdagang tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun, dilansir dari Antara.

Rencananya, Pemprov Kalsel akan mengadakan Pasar Ramadhan di Jalan Sudirman atau bisa juga dari O Kilometer yang terletak di depan Siring Sungai Martapura hingga eks Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin.

Baca Juga: KUR BRI 2023 untuk Usaha Mikro dan Usaha Kecil: Solusi Pembiayaan Mudah UMKM dan Pariwisata. Ini Syaratnya

Masih dalam keterangan Fajar, menyebutkan jika kegiatan pasar Ramadhan yang akan digelar merupakan salah satu langkah Pemprov dalam mengendalikan laju inflasi harga yang umumnya terjadi pada bulan Ramadhan.

Menurut Fajar, umumnya ketika memasuki bulan Ramadhan, harga-harga barang kebutuhan akan naik, salah satunya inflasi yang pernah terjadi di Kalsel waktu itu pernah menyentuh hingga angka 6,11 persen. Setelah ditelusuri, salah satu pemicunya berasal dari komoditas beras lokal yang harga jualnya masih melambung cukup tinggi.

Untuk mendukung realisasi program tersebut, Pemprov Kalsel berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menurunkan laju persentase inflasi ini.

Baca Juga: Xiaomi 13: Alternatif Premium untuk Penggemar Android dengan Gaya Desain Apple

Sementara itu, Fajar menuturkan jika waktu pelaksanaan kegiatan Pasar Ramadhan 1444 H masih belum ditentukan, namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, umumnya Pasar Ramadhan akan dibuka pada hari pertama menjelang bulan Ramadhan dan ditutup sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Untuk waktu pelaksanaannya masih belum kami tentukan, tapi biasanya kami buka hari pertama di bulan Ramadhan dan ditutup H-1 sebelum Hari Raya Idul Fitri,” jelas Fajar.

Selain menggalakkan program Pasar Ramadhan, sebelumnya Pemprov Kalsel telah menyuarakan penanaman cabai secara serentak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X