Pedoman Pengembangan Destinasi Pariwisata Aman Bencana dari Kemenparekraf , Untuk Destinasi Wisata Tangguh

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Kamis, 9 Maret 2023 | 16:04 WIB
Kemenparekraf Pedoman Pengembangan Destinasi Pariwisata Aman Bencana (kemenparekraf.go.id)
Kemenparekraf Pedoman Pengembangan Destinasi Pariwisata Aman Bencana (kemenparekraf.go.id)

WartaPesona.com-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah menyusun pedoman pengembangan destinasi pariwisata aman bencana sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara The Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (6/3/2023) mengatakan bahwa tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan, namun juga menjadi tahun titik balik kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi.

 

Sandiaga menjelaskan bahwa pandemi telah memberikan pelajaran bahwa sektor pariwisata mudah dipengaruhi oleh krisis dan bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun non-alam. Sebagai regulator, Kemenparekraf/Baparekraf terus berupaya untuk menangani krisis tersebut dengan strategi penguatan dan peningkatan ketahanan destinasi pariwisata terhadap potensi bencana alam dan non alam melalui kegiatan mitigasi dan kesiapan bencana dalam lingkup manajemen krisis pariwisata serta sinergi program antar kementerian/lembaga.

Baca Juga: Siap-siap Mudik Lebaran dengan Kereta Inspeksi KAI: Memastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2023

Pada tahun 2022, Kemenparekraf bekerja sama dengan Prof. dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D selaku Kepala Disaster Risk Reduction UI (DRRC UI) dan tim DRRC UI melalui program matching fund Kedaireka dalam kegiatan Pembinaan CHSE dan Kebencanaan untuk menuju Desa Wisata berkelas dunia guna meminimalkan dampak bencana serta meningkatkan keamanan dan keselamatan.

 

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah proses penilaian kerusakan, kerugian, dan kebutuhan melalui Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (PDNA) untuk mengkaji akibat bencana, dampak bencana, dan kebutuhan pemulihan pascabencana. Hal ini bertujuan untuk menyusun kebijakan, program, dan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang berlandaskan pada informasi yang akurat dari para pihak yang terdampak bencana.

 

Dalam kegiatan ini, dihasilkan konsep alat ukur dan profil resiliensi objek dan destinasi wisata. Alat ukur dan profil resiliensi ini dapat digunakan untuk menilai dan menggambarkan tingkat resiliensi pada kelompok sasaran tertentu, serta dapat membentuk indeks resiliensi destinasi pariwisata yang dapat menjadi acuan untuk mengukur dan menjamin standar capaian ketangguhan destinasi wisata, yang sejalan dengan konteks lokal maupun nasional.

Baca Juga: Menikmati Khasnya Jogja dengan Gudeg: Kuliner Legendaris dari Negeri Gajahmada, Ini Resepnya

Hasil kegiatan ini juga dapat menjadi dasar untuk membentuk indeks resiliensi destinasi pariwisata. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah jajaran eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf baik secara online maupun offline.

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X