WartaPesona.com – Hotman Paris Hutapea mengundurkan diri selaku pengacara dari Febrie Adriansyah, karena akan menjalani pengobatan.
“Saya mengundurkan diri," kata Hotman ketika ditemui di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Kamis 23 Juli 2026.
Ia mengaku sudah memberi tahu kliennya Febrie Adriansyah.
Baca Juga: Adhyaksa FC Diperkuat Pemain Berdarah Jepang Kenji Nishioka
"Kalau otak saya terus mikir dan badan begini, aku takut makin parah," ujarnya.
Ia dirujuk untuk menjalani pengobatan penyakitnya di Singapura.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melaporkan pengacara Hotman Paris Hutapea ke Polda Metro Jaya, karena diduga membuat penghinaan kepada wartawan dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jumat 17 Juli 2026.
Laporan yang dibuat oleh Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu tersebut teregister dengan nomor LP/B/5291/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 20 Juli 2026.
Baca Juga: Waktunya Presiden Pimpin Gerakan Selamatkan Bumi
“Jadi dilaporkan di sini inisialnya HP ya,” kata Direktur Anti Kekerasan PWI Pusat Edison Siahaan usai membuat laporan, Senin.
Dalam laporannya, PWI menjerat Hotman dengan Pasal 242 KUHP tentang penghinaan terhadap golongan penduduk yang ancaman hukumannya maksimal tiga tahun penjara atau denda paling banyak Rp 200 juta.
Sebelum melaporkan Hotman ke kepolisian, PWI mengecam pernyataan pengacara Hotman Paris yang telah merendahkan wartawan.
Pernyataan Hotman Paris Hutapea yang merendahkan wartawan ialah; “Lu punya otak nggak?” kepada seorang wartawan yang mengajukan pertanyaan kepadanya dalam konferensi pers tentang mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Jakata, Jumat 17 Juli 2026.
Baca Juga: Muhaimin Iskandar Melantik Belasan Ribu Pengurus DPC PKB se-Indonesia
Artikel Terkait
PSIM Yogyakarta Datangkan Gelandang Bertahan Asal Polandia Adrian Purzycki
Wanita Guru di Tanjungbalai Sumatra Utara Diamuk Massa, Begini Peristiwanya
Pramono Anung: Orang yang Meninggalkan Partainya Tidak Akan Pernah Besar
Cina Berlakukan Undang-undang Persatuan Etnis, Tak Mau Lagi Perang Saudara Pecah
Tak Cukup Ashabiyah Hambalang