WartaPesona.com - Penasihat Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, Prof Kim Soo Il menemui presiden ke-5 yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Jakarta, Jumat 8 Mei 2026.
Kim Soo Il dan Megawati membicarakan tentang geopolitik dan juga reunifikasi Korea.
Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan Prof Rokhmin Dahuri.
Baca Juga: Iran Siagakan Pertahanan Udara Mereka Setelah Terdengar Ledakan di Teheran
Hasto menerangkan, Kim mengharapkan Megawati untuk menjalankan peran strategisnya menjembatani hubungan kedua negara Korea yang terpisah dan mengupayakan penyatuan kembali negara itu.
Menurut Hasto, Korea Selatan dan Korea Utara memiliki sejarah dengan presiden pertama Soekarno. Soekarno menjalin hubungan erat dengan Korea Utara semasa negara itu dipimpin oleh Kim Il Sung.
Bahkan, bunga Kimilsungia, anggrek ungu pemberian Soekarno kepada Kim Il Sung sebagai simbol sejarah yang kuat antara kedua negara sekarang menjadi bunga nasional Korea Utara.
Hasto menambahkan kedekatan Soekarno dengan Korea Utara berlanjut ketika Ibu Megawati menjabat sebagai presiden ke-5. Waktu itu, Megawati bertemu pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il di Pyongyang pada 2002.
Baca Juga: Ketika Berulang Tahun, Anies Baswedan Dikirimi Karangan Bunga Oleh Warga Kampung Susun Aquarium
Menurut Hasto, meski Megawati tidak lagi menjadi presiden, upaya reunifikasi Korea yang melibatkannya tetap berjalan.***
Artikel Terkait
PSI Hidup di Persimpangan Magnet Jokowi
Geopark Rinjani, Ciletuh, dan Toba Kaldera Kembali Raih Green Card UNESCO
Mengejutkan, Ade Armando Mengundurkan Diri dari PSI
Gubernur Pramono Anung akan Memperluas Car Fee Day Sampai Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan