WartaPesona.com - Iran mengaktifkan pertahanan udara mereka setelah ada ledakan di bagian barat Ibu Kota Teheran Kamis 7 Mei 2026 waktu setempat.
Warga lokal seperti diwartakan oleh kantor berita pemerintah IRNA, mengaku mendegar beberapa kali ledakan di kawasan Jannat Abad, Shahr-e Ziba, Bagh-e Feyz, dan Shahran.
Sebelum ada ledakan tersebut, militer Iran meluncurkan peluru kendali ke targetnya tentara Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Baca Juga: Radin, Bocah dari Iran yang Bersekolah di Negara Cina ini dirindukan teman-temannya sekelas
Serangan itu sebagai balasan melawan serangan Amerika kepada kapal tanker berbendera Iran.
Komando Pusat Amerika menyatakan, tentara mereka telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran di sekitar Teluk Oman.
Amerika mengklaim telah menyerang Pelabuhan Qeshm dan Kota Bandar Abbas.
Peran Iran melawan Amerika-Israel sekarang dalam suasana “gencatan senjata” untuk berunding menyelesaikan perang secara damai.Baca Juga: Konflik Memanas di Iran, KBRI Teheran Fokus Jaga Keselamatan WNINamun, perundingan mereka menemui jalan buntu setelah mereka tidak memperoleh titik temu dan kesepakatan.
Iran dan Amerika kemudian terlihat ketegangan baru di Selat Hormuz yang menjadi urat nadi pelayaran di kawasan Teluk.***
Artikel Terkait
Pidato Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Tiba-tiba Muncul di TV Iran, Seruan Lawan Rezim Jadi Sorotan
Jejak Ceramah Cak Nun soal Ketegangan Israel–Iran, Dulu Prediksi Kini Jadi Perbincangan Publik
Kedubes Iran Sambut Positif Tawaran Mediasi Prabowo Subianto antara AS dan Iran
Evan Haydar, WNI di Jerman, Ungkap Kecemasan Imbas Perang Israel–Iran yang Kian Meluas
Pidato Terakhir Khamenei Kembali Disorot, Sindir Kegagalan AS Menundukkan Iran Selama Puluhan Tahun