“Meningkatkan ekspor komoditas prioritas Indonesia ke Jepang,” tambahnya.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa peran diaspora Indonesia di luar negeri tidak hanya sebatas bekerja dan menetap, tetapi juga dapat menjadi jembatan ekonomi dan budaya antara Indonesia dan negara lain.
Baca Juga: Polemik Anak Jadi WNA, Awardee DS Disorot Publik hingga Tuai Teguran dari LPDP
Mendidik Mahasiswa Indonesia
Kontribusi Sastia tidak hanya berhenti pada sektor industri dan perdagangan. Selama berada di Jepang, ia juga aktif dalam dunia pendidikan dengan membimbing dan mendidik puluhan mahasiswa Indonesia.
“Mendidik puluhan mahasiswa Indonesia yang sudah dan akan kembali ke Tanah Air,” ungkapnya.
Peran ini dinilai penting karena turut menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berwawasan global, namun tetap memiliki keterikatan dengan Tanah Air.
Para mahasiswa tersebut diharapkan kelak membawa ilmu, pengalaman, dan jejaring internasional untuk membangun Indonesia.
Baca Juga: Tiga Bulan Setelah Banjir, Warga Desa Sulum Aceh Tamiang Masih Andalkan Air Sungai Keruh
Pesan Cinta Tanah Air
Menutup unggahannya, Sastia menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada publik.
“Jangan lelah mencintai Indonesia,” tulisnya.
Pesan tersebut resonan dengan kondisi sosial yang tengah ramai diperbincangkan, ketika isu kewarganegaraan dan nasionalisme menjadi sorotan.
Banyak warganet menilai sikap Sastia sebagai contoh nyata bahwa kecintaan pada Indonesia tidak selalu diukur dari jarak geografis, melainkan dari kontribusi dan komitmen.
Hingga Minggu, 22 Februari 2026, pukul 12.30 WIB, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 143 ribu pengguna Instagram dan dibanjiri ribuan komentar positif.
Warganet memuji konsistensi Sastia dalam menjaga identitas kebangsaan sekaligus mengharumkan nama Indonesia di luar negeri.
Kisah Sastia Prama Putri pun menjadi potret inspiratif diaspora Indonesia, bahwa berkarya di dunia internasional dapat berjalan seiring dengan rasa bangga dan cinta terhadap Merah Putih. *****
Artikel Terkait
Fenomena Lubang Raksasa Kian Parah, Warga Aceh Tengah Kehilangan Jalur Alternatif
Tiga Bulan Setelah Banjir, Warga Desa Sulum Aceh Tamiang Masih Andalkan Air Sungai Keruh
Polemik Anak Jadi WNA, Awardee DS Disorot Publik hingga Tuai Teguran dari LPDP
Arie Kriting Bereaksi soal Polemik Anak WNA : Jangan Mudah Mengkhianati Negeri