Baca Juga: Jelang Ramadan, Pembangunan Huntara di Sumbar Dipercepat Pemerintah
Kehilangan Mata Pencaharian
Tak hanya kehilangan rumah, banjir juga merusak sumber penghidupan warga. Sebagian besar penduduk Desa Sekumur menggantungkan hidup dari ladang dan kebun.
Namun, banjir bandang membuat banyak lahan pertanian tertimbun lumpur, rusak, dan dipenuhi tumpukan kayu sisa banjir.
“Kenapa kami nggak buat tenda yang lebih layak? Dari mana kami bisa buat yang lebih layak, sedangkan mata pencaharian kami, ladang kami semua hancur,” ujar warga tersebut.
Hingga kini, banyak warga belum memiliki penghasilan tetap karena lahan pertanian belum bisa diolah kembali.
Kondisi ini membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk memperbaiki tempat tinggal secara mandiri.
Baca Juga: Jalan Berlubang Kembali Makan Korban, Pelajar Meninggal Usai Kecelakaan di Jaktim
Tumpukan Kayu Masih Berserakan
Dalam unggahan video lainnya, masih terlihat banyak kayu berukuran besar berserakan di wilayah Desa Sekumur.
Kayu-kayu tersebut merupakan material yang terbawa banjir dan kini menumpuk di sekitar bekas permukiman warga.
Menurut warga, kayu-kayu itu sebenarnya direncanakan akan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan untuk membangun kembali hunian.
Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala utama untuk memotong dan mengolah kayu tersebut.
“Kayunya lumayan besar. Kemarin yang besar-besar ini dipotong warga karena banyak anak-anak yang main, takut jatuh,” katanya.
Ia juga menunjukkan bekas tapak rumah yang rata dengan tanah akibat terjangan banjir.
“Ini tinggal tapak rumah. Rumah kami rata-rata hancur. Itu semua juga kayu, pokoknya di Sekumur ini banyak kayu,” lanjutnya.
Baca Juga: Mengabdi di Tengah Keterbatasan, Guru PPPK Sumedang Ini Terima Gaji Rp50 Ribu per Bulan
Artikel Terkait
Mengabdi di Tengah Keterbatasan, Guru PPPK Sumedang Ini Terima Gaji Rp50 Ribu per Bulan
Jalan Berlubang Kembali Makan Korban, Pelajar Meninggal Usai Kecelakaan di Jaktim
Jelang Ramadan, Pembangunan Huntara di Sumbar Dipercepat Pemerintah
Pemulihan Pascabencana, Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut Perbaikannya