WartaPesona.com – Linimasa media sosial (medsos) tengah ramai memperbincangkan curhatan seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bernama Fildzah Nur Amalina.
Curhatan tersebut viral setelah diunggah oleh akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 9 Februari 2026.
Dalam unggahan itu, Fildzah mengungkapkan bahwa ia hanya menerima gaji sebesar Rp50.000, yang setelah dipotong iuran BPJS Kesehatan, tersisa Rp15.000.
Video tersebut menampilkan sosok Fildzah yang sedang mengajar murid-muridnya di dalam kelas.
Di layar video, tertera tulisan, “Kenapa mau jadi guru padahal gajinya kecil?” disertai bukti penerimaan honor sebesar Rp50.000.
Unggahan itu sontak mengundang perhatian publik dan memicu diskusi luas mengenai kesejahteraan guru ASN paruh waktu di daerah.
Unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet, mulai dari simpati, keprihatinan, hingga dorongan agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap nasib para guru PPPK paruh waktu yang masih menerima honor sangat minim.
Baca Juga: Sekolah Kerap Terendam, Kisah Siswa SDN Leomanu Kupang Tetap Belajar Meski Kelas Digenangi Air Hujan
Awal Mula Curhatan Viral
Menanggapi viralnya video tersebut, Fildzah akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi.
Ia menuturkan bahwa curhatan itu berawal dari obrolan sederhana bersama rekan-rekan seprofesinya di sebuah grup WhatsApp.
Menurut Fildzah, pada 4 Februari 2026, para guru PPPK paruh waktu di Sumedang saling berbagi informasi terkait jumlah gaji yang diterima.
Dari situlah ia mengetahui bahwa ada beberapa rekan guru yang menerima honor hanya Rp50.000, bahkan setelah dipotong BPJS Kesehatan, nominalnya tinggal Rp15.000.
Fakta tersebut membuatnya terkejut dan tergerak untuk membagikan cerita tersebut ke media sosial.
“Video yang saya unggah tentang gaji guru Rp50.000, dipotong BPJS hingga tersisa Rp15.000, bukanlah keluhan,” ujar Fildzah dalam video klarifikasinya yang diunggah pada Senin, 9 Februari 2026.
Artikel Selanjutnya
Kisah Mencekam Warga Jatinegara Tegal Saat Tanah Bergerak : Dinding Retak, Rumah Ambruk, Menanti Kepastian Relokasi
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Kisah Mencekam Warga Jatinegara Tegal Saat Tanah Bergerak : Dinding Retak, Rumah Ambruk, Menanti Kepastian Relokasi
Lewati Medan Ekstrem, Kisah Guru Padang Pariaman Kunjungi Murid Bikin Haru Warganet
Naik Loteng hingga Rooftop, Cerita Warga Aceh Tamiang Selamatkan Diri Bersama Tetangga Saat Banjir
Sekolah Kerap Terendam, Kisah Siswa SDN Leomanu Kupang Tetap Belajar Meski Kelas Digenangi Air Hujan