“Itu adalah cerita nyata dari perjalanan saya sebagai seorang guru, dan juga gambaran dari perjuangan banyak rekan guru lainnya,” sambungnya.
Baca Juga: Naik Loteng hingga Rooftop, Cerita Warga Aceh Tamiang Selamatkan Diri Bersama Tetangga Saat Banjir
Tetap Mencintai Profesi Guru
Meski curhatannya menuai perhatian luas, Fildzah menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menyesal memilih profesi guru.
Ia mengaku tetap mencintai dunia pendidikan dan mengajar dengan sepenuh hati, meski berada dalam keterbatasan ekonomi.
“Saya ingin menegaskan dengan tulus, saya tidak menyesal menjadi guru. Saya tetap mencintai profesi ini sepenuh hati,” kata Fildzah.
Ia menambahkan, di tengah kondisi yang serba terbatas, dirinya tetap berusaha hadir di sekolah, mengajar dengan penuh tanggung jawab, dan memberikan pendidikan terbaik bagi para murid.
“Di tengah keterbatasan, saya tetap datang ke sekolah, tetap mengajar, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak,” imbuhnya.
Baca Juga: Lewati Medan Ekstrem, Kisah Guru Padang Pariaman Kunjungi Murid Bikin Haru Warganet
Pahami Keterbatasan Anggaran Daerah
Fildzah juga menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan Pemerintah Kabupaten Sumedang atas kondisi tersebut.
Ia mengaku memahami keterbatasan anggaran daerah yang berdampak pada besaran honor guru PPPK paruh waktu.
“Saya tidak menyalahkan pihak Pemda yang saat ini hanya mampu memberikan gaji PPPK paruh waktu sebesar Rp50.000,” tegasnya.
“Kami memahami kondisi tersebut sebagai bagian dari realita yang sedang dihadapi bersama,” lanjut Fildzah.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan potret nyata perjuangan para guru di daerah yang tetap menjalankan tugas pendidikan meski dengan dukungan finansial yang sangat minim.
Bertahan Meski Penghasilan Sangat Minim
Dalam pernyataannya, Fildzah mengakui bahwa menerima penghasilan yang sangat kecil tentu bukan hal yang mudah.
Artikel Terkait
Kisah Mencekam Warga Jatinegara Tegal Saat Tanah Bergerak : Dinding Retak, Rumah Ambruk, Menanti Kepastian Relokasi
Lewati Medan Ekstrem, Kisah Guru Padang Pariaman Kunjungi Murid Bikin Haru Warganet
Naik Loteng hingga Rooftop, Cerita Warga Aceh Tamiang Selamatkan Diri Bersama Tetangga Saat Banjir
Sekolah Kerap Terendam, Kisah Siswa SDN Leomanu Kupang Tetap Belajar Meski Kelas Digenangi Air Hujan