Akses Desa Perlahan Terbuka, Warga Masih Bertahan
Sebelumnya, jembatan utama menuju Desa Sekumur hanyut diterjang banjir, menyebabkan desa tersebut terisolasi.
Warga yang hendak keluar masuk desa terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh yang cukup panjang.
Dari pusat Kota Kuala Simpang, perjalanan menuju Sekumur bisa memakan waktu hingga dua jam, dengan kondisi medan yang masih sulit dilalui.
Berdasarkan data terakhir, sekitar 1.232 jiwa dari 276 kepala keluarga di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.
Banyak di antara mereka yang kini masih bertahan di hunian darurat sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan kembali desa mereka.
Di tengah keterbatasan itu, semangat anak-anak yang tetap ingin bersekolah dan dedikasi para guru yang terus mengajar menjadi potret ketangguhan masyarakat Desa Sekumur, Aceh Tamiang, dalam bangkit dari bencana. *****
Artikel Terkait
Longsor Kali Bekasi Rusak Rumah Warga, Pepohonan dan Tembok Penahan Ikut Runtuh
Tetap Ceria Meski Banjir, Bapak-bapak di Bekasi Hibur Diri dengan Nyanyian
Soroti Longsor Cisarua, Pegiat Lingkungan Sebut Alih Fungsi Lahan Bukan Satu-satunya Penyebab
Tak Ada Jembatan, Aktivitas Warga Way Bungur Lamtim Bergantung Rakit Penyeberangan