Perjuangan Siswa Desa Sekumur Aceh Tamiang Tetap Sekolah Meski Fasilitas Rusak Pascabencana

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 3 Februari 2026 | 10:13 WIB
Semangat Anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, Bawa Meja Sendiri untuk Belajar di Sekolah - WartaPesona.com (Ruangan Info)
Semangat Anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, Bawa Meja Sendiri untuk Belajar di Sekolah - WartaPesona.com (Ruangan Info)

WartaPesona.com – Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

Hantaman banjir yang datang tiba-tiba membawa lumpur tebal, kayu gelondongan berukuran besar, hingga puing-puing bangunan yang menyapu permukiman warga.

Pascabencana, Desa Sekumur sempat tampak seperti wilayah yang “lenyap”, karena banyak rumah hanyut dan tertimbun material banjir.

Tak hanya permukiman, fasilitas umum turut mengalami kerusakan berat. Jembatan penghubung desa putus total, membuat akses keluar masuk Sekumur lumpuh.

Hingga kini, satu-satunya jalur yang bisa digunakan warga untuk beraktivitas adalah melalui sungai menggunakan perahu milik nelayan setempat.

Meski demikian, dua bulan setelah bencana, denyut kehidupan perlahan mulai kembali terasa.

Aktivitas warga sedikit demi sedikit berjalan, termasuk kegiatan pendidikan yang kembali diupayakan meski dengan segala keterbatasan.

Baca Juga: Tak Ada Jembatan, Aktivitas Warga Way Bungur Lamtim Bergantung Rakit Penyeberangan

Siswa SD Rela Bawa Meja Sendiri demi Tetap Belajar

Potret perjuangan pendidikan di Desa Sekumur mencuri perhatian publik setelah sebuah video diunggah akun Instagram @rizkyjafarthalib.official.

Dalam video tersebut, terlihat seorang siswa sekolah dasar berjalan kaki menuju sekolah sambil membawa meja lipat miliknya sendiri.

“Perjuangan murid yang ke sekolah dalam keadaan sekolahnya hancur, harus bawa bangku sendiri. Berjalan kaki di tengah teriknya matahari,” tulis keterangan unggahan itu, dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.

Video tersebut juga memperlihatkan kondisi lingkungan sekitar sekolah yang masih dipenuhi lumpur kering dan tumpukan kayu sisa banjir.

Ruang kelas rusak, perabotan sekolah hanyut atau tidak lagi layak pakai, sehingga siswa harus membawa perlengkapan belajar secara mandiri.

Meski harus berjalan jauh dan membawa meja sendiri, semangat anak-anak Desa Sekumur untuk kembali belajar tak surut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB
X