Soroti Longsor Cisarua, Pegiat Lingkungan Sebut Alih Fungsi Lahan Bukan Satu-satunya Penyebab

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 2 Februari 2026 | 14:10 WIB
Analisa Pegiat Lingkungan Sekaligus Warga Cisarua usai Bencana Longsor, Sebut Alih Fungsi Lahan Bukan Penyebab Utama - WartaPesona.com (ArahPublik)
Analisa Pegiat Lingkungan Sekaligus Warga Cisarua usai Bencana Longsor, Sebut Alih Fungsi Lahan Bukan Penyebab Utama - WartaPesona.com (ArahPublik)

“Bencana di Cisarua, hal yang kami alami ini adalah dampak perubahan iklim,” tegas Aisyah.

Baca Juga: Bangunan Cagar Budaya di Siak Ambrol saat Studi Tur, Guru dan Siswa SD IT Baitul Ridho Alami Kepanikan

Petani Justru Korban Bencana

Dalam pernyataannya, Aisyah kembali menekankan bahwa petani bukanlah aktor utama penyebab bencana, melainkan korban dari sistem dan kondisi yang tidak adil.

“Petani tidak memiliki banyak pilihan,” katanya. “Untuk hidup sejahtera, idealnya seorang petani membutuhkan sekitar dua hektar lahan.”

Namun, realitas di lapangan jauh dari ideal. Di Desa Pasirlangu, Cisarua, misalnya, perbandingan antara luas lahan dan jumlah penduduk menunjukkan kepemilikan lahan rata-rata hanya sekitar 0,3 hektar per orang.

“Banyak petani bahkan tidak memiliki lahan sama sekali,” terang Aisyah.

Ia mengakui, meskipun alih fungsi lahan bukan faktor utama dalam kejadian longsor pada 24 Januari 2026, kondisi lingkungan tetap perlu mendapat perhatian serius.

Kurangnya daya resap tanah dan tekanan aktivitas manusia tetap dapat meningkatkan risiko bencana di masa depan.

“Meskipun alih fungsi lahan bukan faktor utama, kejadian longsor yang terjadi tetap berpotensi berulang jika persoalan resapan air dan tata kelola lingkungan tidak dibenahi,” tutup Aisyah.

Pernyataan Aisyah menjadi pengingat bahwa bencana alam tidak bisa dilihat dari satu faktor tunggal.

Dibutuhkan perspektif yang lebih adil dan menyeluruh, agar solusi yang diambil benar-benar menyentuh akar masalah, bukan sekadar mencari pihak untuk disalahkan. *****

Suka artikelnya? Yuk traktir kopi
Halaman:
Bangunan Cagar Budaya di Siak Ambrol saat Studi Tur, Guru dan Siswa SD IT Baitul Ridho Alami Kepanikan

Artikel Selanjutnya

Bangunan Cagar Budaya di Siak Ambrol saat Studi Tur, Guru dan Siswa SD IT Baitul Ridho Alami Kepanikan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
Lihat Semua

Terpopuler

X