WartaPesona.com - Di tengah upaya pemulihan yang masih berjalan, sejumlah tokoh publik, relawan, dan lembaga kemanusiaan terus berupaya memastikan para korban tidak dilupakan.
Salah satunya adalah pendakwah kondang Salim A Fillah yang hingga kini masih aktif memantau perkembangan pemulihan pascabencana di Sumatera.
Melalui unggahan Instagram terbarunya di akun @salimafillah_official pada Jumat, 30 Januari 2026, Salim mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak berpaling dari kondisi para korban yang masih berjuang bangkit dari keterpurukan.
“Semoga kita tidak lupa, bahwa Sumatera masih tidak baik-baik saja,” tulis Salim dalam unggahannya.
Fokus pada Pemulihan Pendidikan Anak
Dalam keterangannya, Salim mengungkapkan bahwa salah satu sektor yang menjadi perhatian utama dirinya bersama tim relawan adalah pendidikan anak-anak yang terdampak bencana.
Menurutnya, bencana tidak boleh memutus akses anak-anak terhadap pendidikan, karena hal tersebut akan berdampak jangka panjang terhadap masa depan mereka.
Salim menuturkan bahwa di beberapa wilayah terdampak, sekolah-sekolah mengalami kerusakan berat hingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.
Namun, alih-alih membangun sekolah baru di kawasan rawan bencana, pihaknya memilih pendekatan berbeda.
“Kami memilih untuk mengaktifkan kembali sekolah-sekolah yang ada, bekerja sama dengan para guru dan masyarakat setempat,” ujar Salim.
Baca Juga: Forum ISI Kupas Strategi Global AS di Era Trump dan Implikasinya bagi Keamanan Indo-Pasifik
Hidupkan Kembali Sekolah, Bukan Bangun dari Nol
Menurut Salim, keputusan untuk tidak mendirikan sekolah baru di kawasan terdampak bencana diambil setelah mempertimbangkan faktor keamanan dan keberlanjutan.
Ia menilai, menghidupkan kembali sekolah yang ada jauh lebih efektif dan cepat agar anak-anak bisa kembali belajar.
Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan ruang kelas dari lumpur dan puing-puing, perbaikan ringan fasilitas belajar, pengiriman buku pelajaran, alat tulis, hingga perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya.
“Mulai dari membersihkan sekolah, mengirimkan buku, hingga menyediakan penunjang belajar. Yang terpenting, anak-anak bisa kembali bersekolah,” jelasnya.
Artikel Terkait
Disorot DPR, Kapolresta Sleman Dikritik soal Pemahaman Pasal KUHP dalam Kasus Lawan Penjambret
Polda DIY Ambil Langkah Tegas, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan usai Penetapan Tersangka Suami Lawan Penjambret
Diduga Keracunan Menu MBG, Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Alami Mual hingga Diare
Forum ISI Kupas Strategi Global AS di Era Trump dan Implikasinya bagi Keamanan Indo-Pasifik