Dalam perjalanan, Arsita yang mengendarai sepeda motor bertemu dengan Hogi yang saat itu mengendarai mobil.
"Tidak diduga, tiba-tiba bertemu Mas Hogi. Mba Arsita mengendarai sepeda motor bertemu Mas Hogi di turunan fly over Janti," ujar Teguh.
Keduanya diketahui sama-sama menuju Hotel Grand Diamond untuk mengantar pesanan.
Teguh menjelaskan, saat itu Hogi melihat dua orang berboncengan sepeda motor mendekati Arsita.
Kedua orang tersebut kemudian merampas tas yang berisi dagangan milik Arsita dengan menggunakan pisau kecil atau cutter.
"Saat itu Mba Arsita berteriak meminta tolong karena dijambret," kata Teguh.
Mendengar teriakan tersebut, Hogi spontan melakukan pengejaran menggunakan mobil untuk menghentikan aksi para pelaku.
Kejar-kejaran Berujung Kecelakaan
Dalam proses pengejaran, menurut Teguh, pelaku justru memacu sepeda motornya semakin kencang meski salah satu di antaranya masih memegang cutter.
"Mas Hogi berusaha menghentikan. Namun penjambret malah semakin kencang," ungkap Teguh.
Hingga akhirnya terjadi kontak antara mobil yang dikendarai Hogi dengan sepeda motor pelaku.
"Terjadi body contact, sepeda motor penjambret masuk ke jalur trotoar, menabrak tembok, kemudian terpental ke aspal," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, kedua pelaku penjambretan mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia.
Polisi Sempat Dalami Dugaan Penganiayaan
Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto menjelaskan bahwa dalam proses penyelidikan, terdapat dua peristiwa hukum yang ditangani, yakni dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Edy mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menerima informasi dari paman salah satu pelaku mengenai dugaan penganiayaan yang dilakukan Hogi setelah kecelakaan terjadi.
"Terdapat dugaan penganiayaan dengan cara pengemudi mundur mobilnya, lalu turun dan menendang korban yang sudah terkapar," kata Edy.
Artikel Terkait
Kasus Tuduhan Es Spons Berakhir, Pedagang Es Jadul Dapat Perbaikan Rumah dan Pendidikan Anak
Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Alami Gejala Keracunan usai Santap MBG, Puluhan Ambulan Dikerahkan
Kepala Bappenas Tegaskan MBG Lebih Mendesak Ketimbang Cipta Kerja, Alasannya Soal Pemenuhan Gizi
Didatangi Aisar Khaled, Penjual Es Gabus Ungkap Perjalanan Hidup dan Harapan Umrah Bersama Istri