WartaPesona.com – Kisah pedagang es gabus alias es jadul bernama Sudrajat masih menjadi perbincangan hangat publik.
Pria paruh baya asal Bogor, Jawa Barat, itu sebelumnya sempat viral di media sosial usai dituduh menggunakan bahan spons dalam dagangan es gabus yang ia jual selama puluhan tahun.
Tuduhan tersebut dilontarkan oleh sejumlah oknum anggota aparat kepolisian dan TNI saat melakukan pemeriksaan di lapangan.
Namun, setelah dilakukan klarifikasi, tudingan itu dinyatakan tidak benar. Oknum aparat yang terlibat pun telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, sehingga persoalan tersebut berakhir secara damai.
Seiring berjalannya waktu, simpati terhadap Sudrajat justru mengalir deras. Sejumlah pejabat publik, tokoh masyarakat, hingga artis dan influencer diketahui mendatangi kediamannya untuk memberikan dukungan moral maupun bantuan.
Salah satu sosok yang menyita perhatian publik adalah influencer asal Malaysia, Aisar Khaled.
Konten kreator yang kerap dijuluki ‘Sultan Malaysia’ itu mengaku terenyuh melihat kesabaran dan ketegaran Sudrajat dalam menghadapi ujian hidup.
"Silaturahmi bapak penjual es gabus, 30 tahun berdagang demi keluarga," tulis Aisar melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @aishar_khaledd, pada Kamis, 29 Januari 2026.
Baca Juga: Kepala Bappenas Tegaskan MBG Lebih Mendesak Ketimbang Cipta Kerja, Alasannya Soal Pemenuhan Gizi
30 Tahun Berjuang Jualan Es Gabus
Dalam kunjungannya ke rumah Sudrajat, Aisar tampak berbincang hangat dengan sang pedagang.
Ia menanyakan perjalanan hidup dan perjuangan Sudrajat selama puluhan tahun berjualan es gabus untuk menghidupi keluarganya.
"Sudah berapa lama berjualan es gabus?" tanya Aisar dalam cuplikan video yang diunggah.
"Kurang lebih sekitar 30 tahun," jawab Sudrajat.
Sudrajat mengungkapkan, penghasilan yang ia peroleh dari berjualan es gabus tidaklah besar.
Artikel Terkait
Setelah Berbulan-bulan Mengungsi, Korban Banjir Agam Sumbar Kini Tempati Huntara
Kasus Tuduhan Es Spons Berakhir, Pedagang Es Jadul Dapat Perbaikan Rumah dan Pendidikan Anak
Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Alami Gejala Keracunan usai Santap MBG, Puluhan Ambulan Dikerahkan
Kepala Bappenas Tegaskan MBG Lebih Mendesak Ketimbang Cipta Kerja, Alasannya Soal Pemenuhan Gizi