Penutupan jalur alternatif tersebut membuat anak-anak dan warga kembali terisolasi. Mereka kini tak memiliki pilihan lain selain memutar jauh atau menunggu perbaikan jalan dari pemerintah daerah.
Baca Juga: Suara Gemuruh hingga Warga Berhamburan, Cerita Longsor Cisarua Bandung Barat
Kondisi Jalan Membahayakan
Dalam rekaman video, tampak jelas kondisi jalan aspal yang terputus total, dengan bekas aliran banjir yang membentang di bawahnya.
Struktur tanah terlihat tergerus dan membentuk jurang kecil, sehingga sangat berbahaya jika dilalui, terutama oleh anak-anak.
Untuk melintas, warga harus turun ke area bekas aliran banjir dan menaiki kembali jalan di sisi seberang.
Kondisi ini dinilai berisiko tinggi, terlebih saat hujan turun dan permukaan tanah menjadi licin.
Seorang guru yang turut terekam dalam video tersebut berharap pemerintah daerah segera turun tangan.
“Harapannya ya mohon pihak-pihak terkait, Pemda agar segera menangani jalan agar bisa menuju ke sekolah,” ucapnya.
Baca Juga: Dampak Banjir Bandang Guci Terlihat hingga Pantai Larangan Tegal, Kayu dan Pipa Berserakan
Upaya Penanganan Infrastruktur Darurat
Di sisi lain, upaya perbaikan infrastruktur darurat mulai dilakukan di beberapa titik di Kecamatan Sawang.
Salah satunya adalah pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Riseh dan Dusun Cot Calang.
Jembatan tersebut kini sudah bisa dilalui oleh masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pembangunan jembatan dilakukan oleh personel BKO Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Polres Lhokseumawe.
Jembatan darurat ini diharapkan dapat menunjang aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian,
distribusi kebutuhan pokok, hingga kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Artikel Terkait
Meski Sawah Terendam Lumpur Tebal, Petani Aceh Utara Tak Menyerah Lanjutkan Tanam Padi
Dampak Banjir Bandang Guci Terlihat hingga Pantai Larangan Tegal, Kayu dan Pipa Berserakan
Suara Gemuruh hingga Warga Berhamburan, Cerita Longsor Cisarua Bandung Barat
Banjir Bandang Terjang Desa Penakir Pemalang, Warga Cerita Air Datang Berulang hingga Dini Hari