Jalan Terputus Pascabanjir, Anak-anak di Aceh Utara Kesulitan Berangkat Sekolah

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 27 Januari 2026 | 10:58 WIB
Jalan yang masih putus di Kecamatan Sawang, Aceh Utara membuat sejumlah anak-anak kesulitan untuk menuju sekolah - WartaPesona.com (Retoria.id)
Jalan yang masih putus di Kecamatan Sawang, Aceh Utara membuat sejumlah anak-anak kesulitan untuk menuju sekolah - WartaPesona.com (Retoria.id)

WartaPesona.com - Kerusakan jalan tersebut berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar.

Anak-anak yang sudah kembali menjalani kegiatan sekolah pascabanjir kini harus menghadapi risiko dan hambatan untuk bisa sampai ke sekolah.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Di desa ini, jalan utama yang menghubungkan permukiman warga dengan sekolah masih terputus akibat terjangan banjir bandang, sehingga menyulitkan mobilitas warga sehari-hari.

Kondisi ini diungkapkan oleh seorang relawan Aceh, Rully Xabian, melalui unggahan video di media sosial.

Dalam unggahannya pada Senin, 26 Januari 2026, Rully memperlihatkan kondisi jalan yang terputus dan anak-anak sekolah yang kebingungan karena tak bisa melintas.

“Jalan menuju ke sekolah terputus, proses belajar dan mengajar terganggu. Lokasinya di Riseh Tunong,

anak-anak menuju ke sekolah terhambat karena akses jalan utama mereka terputus saat banjir bandang pada 26 November 2025,” tulis Rully dalam keterangannya.

Dalam video tersebut terlihat puluhan anak mengenakan seragam sekolah tingkat SD dan SMP berkumpul di tepi jalan yang putus.

Mereka tampak ragu untuk melanjutkan perjalanan karena kondisi medan yang berbahaya.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Desa Penakir Pemalang, Warga Cerita Air Datang Berulang hingga Dini Hari

Akses Alternatif Ditutup Warga

Setelah banjir bandang terjadi, warga sempat memanfaatkan jalur alternatif dengan melintasi area persawahan milik warga

sebagai akses sementara menuju sekolah dan pusat aktivitas desa. Namun, solusi darurat tersebut kini tak lagi bisa digunakan.

“Sebelumnya masyarakat lewat sawah warga untuk akses jalan sementara, tapi hari ini, tanggal 26 Januari 2026, pemilik menutup aksesnya karena takut sawah rusak,” lanjut Rully.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB
X