“Kalau menunggu cetak ulang sawah, entah sampai kapan. Salut dengan semangatnya,” komentar akun @deom******o.
“Ibu-ibu yang luar biasa, semoga Allah beri hasil melimpah dan kesehatan,” tulis akun @its**********6.
Tak sedikit pula warganet yang berharap endapan lumpur tersebut justru membawa kesuburan bagi tanah pertanian.
“Semoga lumpurnya membawa berkah dan hasil panen melimpah,” tulis akun @ikh*******i.
Baca Juga: Banjir Besar Genangi Perumahan Sukawangi Bekasi, Permukiman Warga Bak Lautan
Penanganan Pascabanjir di Aceh Utara Jadi Sorotan
Di sisi lain, penanganan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara masih menjadi sorotan. Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi,
sebelumnya mengkritik lambannya pembersihan lumpur dan tumpukan kayu di sejumlah wilayah terdampak.
Menurutnya, material sisa banjir yang belum tertangani dengan baik menjadi hambatan bagi warga untuk kembali beraktivitas normal, termasuk bagi para petani yang bergantung pada lahan sawah.
Selain persoalan lumpur dan kayu, Tarmizi juga menyoroti pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir.
Ia menegaskan pembangunan huntara perlu dipercepat agar dapat segera ditempati sebelum bulan Ramadan.
“Targetnya sebelum 18 Februari 2026, warga sudah bisa menempati hunian sementara,” ujarnya dalam keterangan terpisah.
Baca Juga: Bencana Longsor Bandung Barat : Dedi Mulyadi Kritik Alih Fungsi Kawasan Pegunungan
Dampak Bencana Masih Dirasakan Warga
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Utara pada November 2025 lalu tercatat menimbulkan dampak besar.
Data terakhir menyebutkan sebanyak 345 orang meninggal dunia, enam orang masih dinyatakan hilang, serta lebih dari 33 ribu warga terpaksa mengungsi.
Para pengungsi tersebar di sedikitnya 12 kecamatan di Aceh Utara. Hingga kini, upaya pemulihan masih terus dilakukan, sementara warga terdampak berusaha bangkit dengan segala keterbatasan yang ada.
Artikel Terkait
Bencana Longsor Bandung Barat : Dedi Mulyadi Kritik Alih Fungsi Kawasan Pegunungan
Banjir Besar Genangi Perumahan Sukawangi Bekasi, Permukiman Warga Bak Lautan
Detik-detik Banjir Terjang Meureudu Pidie Jaya, Warga Kaget Air Tiba-tiba Masuk Rumah
Terjebak Macet akibat Banjir, Dokter Bedah Ini Pilih Jalan Kaki demi Selamatkan Jadwal Operasi