WartaPesona.com - Ratna, seorang warga Meureudu, bersama anaknya, Muhammad Sidiq, menjadi saksi langsung bagaimana banjir bandang datang secara tiba-tiba dan merendam rumah mereka.
Kisah detik-detik kejadian itu dibagikan melalui unggahan relawan Atika Cahya di akun Instagram @atika_cahyaa.
Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.
Hingga kini, kenangan mencekam saat banjir dan longsor menerjang permukiman masih terpatri kuat dalam ingatan warga setempat.
Baca Juga: Banjir Besar Genangi Perumahan Sukawangi Bekasi, Permukiman Warga Bak Lautan
Hujan Deras Berhari-hari Picu Banjir
Dalam video tersebut, Ratna menuturkan bahwa hujan deras telah mengguyur wilayah tempat tinggalnya selama beberapa hari sebelum banjir terjadi.
Curah hujan tinggi itu berlangsung tanpa jeda, baik siang maupun malam.
“Kan telat tidur, hujan terus sudah lima hari entah tujuh hari nggak ada henti-hentinya, siang dan malam,” tutur Ratna mengenang malam sebelum banjir datang, dikutip Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, tanda-tanda bahaya mulai terasa ketika suara teriakan warga terdengar dari luar rumah, memberi peringatan bahwa banjir sudah mulai menggenangi permukiman dan akses jalan tak lagi bisa dilewati.
“Kedengaran di luar orang teriak banjir, bilang nggak bisa lewat,” imbuhnya.
Tak lama setelah itu, air mulai masuk ke dalam rumah dengan sangat deras. Ratna mengaku sempat terkejut saat membuka pintu dan mendapati air langsung meluap ke dalam rumah.
“Pas bangun, buka pintu, langsung masuk. Allahu Akbar, deras kali air tadi,” ucapnya dengan suara bergetar.
Air yang masuk dengan cepat membuat Ratna dan keluarganya tak sempat menyelamatkan banyak barang berharga.
Prioritas mereka saat itu hanyalah menyelamatkan diri dan memastikan anak-anak dalam kondisi aman.
Artikel Terkait
Desa Penakir Pemalang Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan dan Jembatan Terdampak
Bencana Longsor di Cisarua Bandung Barat Hancurkan Rumah Warga
Bencana Longsor Bandung Barat : Dedi Mulyadi Kritik Alih Fungsi Kawasan Pegunungan
Banjir Besar Genangi Perumahan Sukawangi Bekasi, Permukiman Warga Bak Lautan