“Nggak bisa pakai lagi kan setelah itu,” tambahnya dengan nada pasrah.
Baca Juga: Pascabanjir Bandang, Rumah Warga Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur dan Sisa Material
Detik-detik Banjir Datang
Aisyah kemudian menceritakan bagaimana banjir datang tanpa banyak peringatan. Pada malam kejadian, ia dan keluarganya sudah tertidur seperti biasa.
“Malam itu sebelum jam 12, udah tidur. Lalu, adik sepupu ketuk-ketuk pintu. Pas bangun, buka pintu, udah masuk airnya ke dalam,” kenangnya.
Situasi berubah menjadi panik dalam hitungan menit. Air terus naik, membuat mereka tak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.
“Nggak sempat kami ambil apa-apa,” ujarnya.
Dalam kondisi ketakutan, Aisyah hanya membawa pakaian yang melekat di badan. Tubuhnya gemetar dan diliputi rasa cemas ketika mendapat kabar bahwa ketinggian air masih terus bertambah.
“Ibu udah kayak gini, merinding, gemetar, ketakutan sampai ke meunasah diberi tahu airnya naik lagi. Lalu ke masjid lah. Yang paling parah memang ini,” terangnya.
Rekaman video tersebut kemudian memperlihatkan kondisi rumah Aisyah yang dipenuhi lumpur dan sisa genangan air, menggambarkan betapa dahsyatnya terjangan banjir bandang di wilayah itu.
Baca Juga: Usai Banjir Bandang, Guru di Tapanuli Selatan Ikhlaskan Ribuan Meter Tanah demi Pendidikan Anak
Bertahan di Tenda Pengungsian
Hingga kini, rumah Aisyah belum memungkinkan untuk ditempati. Ia dan keluarga terpaksa tinggal di tenda pengungsian sambil menunggu proses pembersihan dan perbaikan rumah.
Keterbatasan fasilitas dan kondisi hidup yang serba darurat tidak menyurutkan semangat Aisyah untuk membantu sesama.
Sejak hari-hari pertama pascabanjir, ia justru aktif terlibat di posko dapur umum untuk menyiapkan makanan bagi warga terdampak lainnya.
“Memang dari hari pertama, udah dua bulan,” tuturnya.
Menurut Aisyah, banyak warga yang harus pulang-pergi membersihkan rumah mereka sehingga dapur umum menjadi tumpuan bagi korban banjir yang kelelahan dan kekurangan makanan.
Artikel Terkait
Dua Bulan Setelah Banjir, Debu Bekas Lumpur Masih Menyulitkan Aktivitas Warga Aceh Tamiang
Usai Banjir Bandang, Guru di Tapanuli Selatan Ikhlaskan Ribuan Meter Tanah demi Pendidikan Anak
Pascabanjir Bandang, Rumah Warga Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur dan Sisa Material
Razia Jam Kerja di Aceh, Sejumlah ASN Ketahuan Nongkrong di Warkop