“Ngajar 16 tahun, gaji 2026 Rp200 ribu,” ungkap salah satu guru dengan nada datar.
Sementara itu, tiga guru lainnya mengaku telah mengabdi selama 10 hingga 11 tahun, dengan gaji yang mereka terima berkisar Rp100 ribu per bulan.
Fakta ini memicu empati publik, mengingat peran guru PAUD sangat krusial dalam membentuk karakter dan fondasi pendidikan anak sejak usia dini.
Para guru PAUD diketahui tak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, mendampingi, dan membangun aspek emosional serta sosial anak-anak.
Namun, dedikasi tersebut kerap tidak sebanding dengan kesejahteraan yang diterima.
Baca Juga: Usai Banjir Bandang, Guru di Tapanuli Selatan Ikhlaskan Ribuan Meter Tanah demi Pendidikan Anak
Viral dan Tuai Respons Beragam
Video pengakuan tersebut telah ditonton lebih dari 300 ribu kali dan menuai ribuan komentar warganet.
Respons yang muncul pun beragam, mulai dari simpati, dukungan, hingga perdebatan mengenai kebijakan dan realita di lapangan.
Sebagian warganet membenarkan kondisi tersebut, terutama di daerah pedesaan.
“Ini benar, nggak bohong. PAUD di kampung segituan, paling gede Rp200 atau Rp300 ribu,” tulis akun @dina*a.
Warganet lain menyampaikan doa dan apresiasi atas ketulusan para guru.
“Tos bu! Semoga berkah usia dan ilmunya ibu-ibu,” tulis akun @nur*******a.
Tak sedikit pula yang mengaku mengalami hal serupa.
“Pantesan aku gaji Rp400 ribu dibilang udah gede, ya lelah akhirnya nyambi buka les,” ungkap akun @qur****1.
Sementara komentar bernada reflektif juga membanjiri unggahan tersebut.
Artikel Terkait
Guru Honorer Menangis di Medsos, Ungkap Kesenjangan Gaji dengan Sopir MBG
Dua Bulan Setelah Banjir, Debu Bekas Lumpur Masih Menyulitkan Aktivitas Warga Aceh Tamiang
Usai Banjir Bandang, Guru di Tapanuli Selatan Ikhlaskan Ribuan Meter Tanah demi Pendidikan Anak
Sekjen Kemensos Beberkan Misi Sekolah Rakyat : Angkat Martabat Anak Kurang Mampu Jadi Generasi Berdaya