Pengorbanannya menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan masih hidup di tengah masyarakat.
Banyak pihak menilai, langkah Nur Ali seharusnya menjadi inspirasi bagi semua kalangan, baik pemerintah, tokoh masyarakat,
maupun individu yang memiliki kemampuan lebih, untuk ikut berkontribusi dalam membangun pendidikan, terutama di daerah terpencil dan terdampak bencana.
Kisah guru asal Tapsel ini juga menjadi pengingat bahwa membangun masa depan bangsa tidak selalu harus dengan jabatan atau kekuasaan, tetapi bisa dimulai dari keikhlasan dan niat tulus untuk berbagi. *****
Artikel Terkait
Kejar Bersih Rumah Jelang Ramadan, Warga Aceh Kerahkan Alat Berat dan Gotong Royong Angkut Lumpur Sisa Banjir
Terdesak Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Mengungsi di Kuburan Tionghoa usai Minta Izin Ahli Waris
Relawan Bagikan Perjuangan Menuju Desa Terpencil Aceh Tengah, Jalur Terputus dan Medan Berat
Dua Bulan Setelah Banjir, Debu Bekas Lumpur Masih Menyulitkan Aktivitas Warga Aceh Tamiang