Kisah Petugas SPPG di NTT Seberangi Sungai Demi Salurkan MBG ke Warga Pedalaman

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 20 Januari 2026 | 16:31 WIB
Seberangi Sungai, Petugas SPPG di Pedalaman NTT Bertaruh Nyawa Antar MBG, Harap Jembatan Dibangun - WartaPesona.com (Kumparan dan Radio Idola Semarang)
Seberangi Sungai, Petugas SPPG di Pedalaman NTT Bertaruh Nyawa Antar MBG, Harap Jembatan Dibangun - WartaPesona.com (Kumparan dan Radio Idola Semarang)

Harap Pemerintah Bangun Jembatan

Edigar berharap pemerintah dapat segera membangun jembatan di titik Sungai Noelmina tersebut agar distribusi MBG dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan efisien.

Pasalnya, jika harus memutar melalui jalur darat alternatif, perjalanan menuju Desa Tuppan bisa memakan waktu hingga tiga sampai empat jam.

Jalur tersebut melewati jalan berbatu dengan kondisi rawan longsor di sisi kiri dan kanan, terutama saat musim hujan.

“Kami sangat berharap titik ini bisa dibangun jembatan. Kalau hujan turun, distribusi MBG selalu terhambat,” ujarnya.

Ia juga menaruh harapan besar pada Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan yang dibentuk Presiden agar dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil seperti Desa Koa.

“Harapan kami, semoga pemerintah bisa membantu membangun jembatan untuk mempermudah pelayanan MBG ke desa seberang,” tutur Edigar.

Demi Anak-anak, Warga Rela Ambil Risiko

Sebelumnya, setiap kali hujan deras turun dan Sungai Noelmina meluap, distribusi MBG ke sekolah-sekolah di seberang sungai kerap dihentikan karena alasan keselamatan.

Namun kali ini, demi memastikan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi, masyarakat sekitar sekolah memilih turun tangan langsung.

Mereka rela menggotong MBG menembus derasnya arus sungai dan mengantarkannya hingga ke ruang-ruang kelas.

Kisah ini menjadi potret nyata tantangan pelaksanaan program nasional di wilayah terpencil,

sekaligus menunjukkan kuatnya semangat gotong royong warga dalam memastikan hak dasar anak-anak tetap terpenuhi, meski harus bertaruh nyawa di tengah keterbatasan infrastruktur. *****

Suka artikelnya? Yuk traktir kopi
Halaman:
Pascabanjir Aceh Timur, Warga Desa Pante Kera Masih Krisis Logistik dan Fasilitas Ibadah

Artikel Selanjutnya

Pascabanjir Aceh Timur, Warga Desa Pante Kera Masih Krisis Logistik dan Fasilitas Ibadah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
Lihat Semua

Terpopuler

X