Baca Juga: Melawan Arus Banjir Aceh, Seorang Ibu Nyaris Rela Berkorban agar Anaknya Selamat
Video Viral, Tuai Simpati Warganet
Video berdurasi sekitar 36 detik itu kemudian viral di media sosial. Hingga Senin malam, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 251 ribu kali
dan menuai ratusan komentar dari warganet yang tersentuh oleh perjuangan sang ayah.
Banyak warganet menyampaikan doa dan harapan agar sang anak segera pulih, serta kondisi wilayah terdampak bencana dapat segera membaik.
“Ayah mana yang tidak bergetar hatinya ketika si buah hatinya sakit,” tulis akun @awa***********e di kolom komentar.
“Aceh sayang, semoga segera pulih,” tulis akun @raff*************a.
“Paling nggak tega kalau soal anak. Bapaknya takut anaknya kenapa-kenapa, nggak tahu mau buat apa. Sembuh ya Nak, sabar ya Pak,” tulis akun @dama**********n.
Selain ungkapan simpati, sebagian warganet juga mengajak untuk menyalurkan bantuan bagi warga di daerah pedalaman yang masih kesulitan akses kesehatan dan logistik.
Baca Juga: Pascabanjir Aceh Timur, Warga Desa Pante Kera Masih Krisis Logistik dan Fasilitas Ibadah
Dusun Lhok Pungki Masih Terisolir
Dusun Lhok Pungki, yang berada di Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, merupakan salah satu wilayah pedalaman yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut merusak jalan tanah dan membuatnya berlumpur serta licin, sehingga sulit dilalui kendaraan.
Untuk mencapai dusun tersebut, warga maupun relawan harus menggunakan sepeda motor melewati jalan rusak, kemudian melanjutkan perjalanan dengan getek sederhana untuk menyeberangi aliran sungai.
Getek tersebut hanya bisa beroperasi ketika arus air sedang tenang. Saat debit air meningkat, perjalanan harus ditunda hingga kondisi memungkinkan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 489 jiwa, warga Dusun Lhok Pungki masih sangat membutuhkan bantuan, baik dalam bentuk layanan kesehatan, logistik, maupun perbaikan infrastruktur.
Kondisi ini membuat kehadiran relawan dan posko kesehatan menjadi harapan utama bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas medis.
Artikel Terkait
Akses Darat Terputus, Perjuangan Nakes Aceh Tengah Menyusuri Sungai Deras Demi Layani Warga
Pascabanjir Aceh Timur, Warga Desa Pante Kera Masih Krisis Logistik dan Fasilitas Ibadah
Melawan Arus Banjir Aceh, Seorang Ibu Nyaris Rela Berkorban agar Anaknya Selamat
Terisolir Pascabencana, Warga Linge Aceh Tengah Tempuh Medan Sungai dan Tebing Demi Jual Durian ke Kota