Namun, saat berada di sekitar Pos 5, Himawan mengeluhkan sakit pada kakinya.
Ali kemudian memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Sejak saat itu, Ali hilang kontak dan tidak pernah kembali ke basecamp.
Himawan sendiri akhirnya ditemukan oleh tim SAR pada 30 Desember 2025 di sekitar Pos 9, dengan jarak sekitar 300 – 600 meter dari puncak Gunung Slamet.
Karena keduanya tak kunjung turun sesuai rencana, tim SAR gabungan memulai operasi pencarian sejak 28 Desember 2025, melibatkan puluhan personel, relawan, serta komunitas pendaki.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan risiko pendakian gunung, khususnya saat melakukan pendakian singkat di medan ekstrem dan kondisi cuaca yang tak menentu. *****
Baca Juga: Basarnas Konfirmasi Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Usai Laporan Pendaki
Artikel Terkait
Basarnas Tutup Operasi SAR Pendaki Hilang di Gunung Slamet, Pencarian Dilanjutkan Secara Mandiri
Pendaki Asal Magelang Syafiq Ali Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Slamet Usai 17 Hari Pencarian
Basarnas Konfirmasi Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Usai Laporan Pendaki
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta – Makassar Hilang Kontak di Kawasan Leang-leang Maros