Ia mengungkapkan bahwa sejak awal pihak band telah menanyakan batas waktu konser, namun tidak mendapat respons yang jelas.
“Tadi dari awal kita sudah bilang, di sini sampai jam berapa, tapi tidak ada respons,” ujar Faank.
Faank menuturkan, dirinya dan personel Wali memilih fokus menghibur penonton tanpa terlalu memikirkan waktu, karena tingginya antusiasme penggemar di Malaysia.
“Kita awalnya pede saja, karena fokusnya ingin menghibur masyarakat di sini. Tapi ternyata memang ada batas waktu,” imbuhnya.
Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Guru SMK Jambi Viral, Terungkap Aturan Panggilan ‘Prince’ hingga Pengakuan Siswa
Masih Tersisa Empat Lagu
Di tengah kekecewaan tersebut, Faank mengungkapkan bahwa Wali sejatinya masih memiliki empat lagu lagi yang belum sempat dibawakan.
Lagu-lagu tersebut disebut sudah lama ditunggu oleh para penggemar.
“Semua sound musik mati. Sebenarnya kami masih ada empat lagu,” terang Faank dari atas panggung.
Alih-alih meninggalkan panggung begitu saja, Faank justru memilih cara yang tak terduga untuk menutup konser tersebut.
Penonton Diajak Nyanyi Tanpa Musik
Sebagai bentuk permintaan maaf sekaligus penghormatan atas antusiasme penonton, Faank mengajak seluruh penggemar untuk bernyanyi bersama tanpa iringan musik.
Ia kemudian melantunkan lagu ‘Yank’, salah satu lagu paling fenomenal dari Wali.
“Jangan hubungi ku lagi, ini bisa jadi yang terakhir. Aku ngerti kamu, kau tak ngerti aku, sekarang atau tak selamanya,” nyanyi Faank.
Momen tersebut sontak membuat penonton ikut bernyanyi serempak, menciptakan suasana haru dan penuh keakraban.
Meski tanpa musik dan lampu panggung, arena konser justru dipenuhi suara koor penonton yang menyanyikan lagu tersebut hingga akhir.
Faank menutup momen itu dengan ucapan terima kasih dan ungkapan cinta kepada para penggemarnya di Malaysia.
Artikel Terkait
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta – Makassar Hilang Kontak di Kawasan Leang-leang Maros
Kasus Pengeroyokan Guru SMK Jambi Viral, Terungkap Aturan Panggilan ‘Prince’ hingga Pengakuan Siswa
Bayang-bayang Erupsi Semeru Picu Keresahan Warga, Muncul Usulan Ekstrem demi Rasa Aman
Melawan Arus Banjir Aceh, Seorang Ibu Nyaris Rela Berkorban agar Anaknya Selamat