Melawan Arus Banjir Aceh, Seorang Ibu Nyaris Rela Berkorban agar Anaknya Selamat

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 19 Januari 2026 | 10:33 WIB
Viral Seorang Ibu di Aceh Kenang Pegangan Erat sang Anak saat Banjir Bandang, Tangan Sudah Gemetar namun Hatinya Tetap Kuat - WartaPesona.com (Kilas Metro)
Viral Seorang Ibu di Aceh Kenang Pegangan Erat sang Anak saat Banjir Bandang, Tangan Sudah Gemetar namun Hatinya Tetap Kuat - WartaPesona.com (Kilas Metro)

Salurkan Bantuan, Kagum dengan Keikhlasan Warga

Dalam unggahan berbeda pada Selasa, 13 Januari 2026, Naufal membagikan momen saat dirinya bersama relawan

menyalurkan bantuan pangan kepada warga terdampak. Setidaknya 450 warga menerima bantuan tersebut.

Di tengah keterbatasan dan kondisi yang belum pulih, Naufal justru melihat ketegaran luar biasa dari masyarakat setempat.

Menurutnya, para korban banjir bandang menunjukkan sikap ikhlas dan sabar dalam menghadapi cobaan.

“Yang paling bikin salut adalah mereka terlihat sangat ikhlas,” tutur Naufal.

Ia menilai, keikhlasan dan ketabahan warga menjadi kekuatan utama untuk bangkit kembali setelah kehilangan harta benda dan mengalami pengalaman traumatis akibat bencana.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Guru SMK Jambi Viral, Terungkap Aturan Panggilan ‘Prince’ hingga Pengakuan Siswa

Kisah Pilu Seorang Ibu di Tengah Terjangan Banjir

Di sela-sela kegiatan kemanusiaan tersebut, Naufal juga mendengarkan langsung cerita pilu dari seorang ibu yang menjadi korban banjir bandang.

Kisah itu menjadi salah satu potret paling menyentuh dari tragedi yang terjadi di Aceh.

Sang ibu menceritakan bagaimana dirinya berjuang bertahan hidup di tengah derasnya arus banjir bandang yang datang tanpa ampun.

“Saat itu airnya semakin lama, semakin tinggi. Ketinggian air itu bahkan lewat dari kepala saya,” tutur sang ibu dengan suara bergetar.

Ia mengaku harus bertahan dalam kondisi ekstrem tanpa makan dan minum selama satu hari satu malam, dengan tubuh yang terus terendam air banjir.

“Dalam sehari semalam tidak makan dan minum sama sekali,” imbuhnya.

Baca Juga: Basarnas Konfirmasi Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Usai Laporan Pendaki

Pegangan Tangan Jadi Harapan Terakhir

Momen paling kritis bagi sang ibu adalah saat ia menggenggam erat tangan anaknya di tengah derasnya arus banjir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X