Ia mengaku dilema karena para pelaku merupakan anak didiknya sendiri.
“Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini masih sekolah, secara psikologis masih butuh bimbingan,” ucapnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan, maupun aparat penegak hukum
terkait tindak lanjut kasus kekerasan antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur tersebut.
Publik pun masih menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk menyelesaikan kasus ini secara adil dan proporsional. *****
Artikel Terkait
Soal Gibran Disebut Ngantuk saat Mens Rea, Mahfud MD Nilai Ucapan Pandji Pragiwaksono Tak Penuhi Unsur Pidana
Wacana Pilkada Dipilih DPRD Kembali Mencuat, Pengamat Nilai Berpotensi Gerus Kepercayaan Publik
Basarnas Konfirmasi Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Usai Laporan Pendaki
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta – Makassar Hilang Kontak di Kawasan Leang-leang Maros