Dari puluhan rumah yang sebelumnya berdiri, hanya satu bangunan yang masih tersisa, itupun dalam kondisi rusak dan terisolasi.
“Ini sampai ke bawah sana. Semua rumah-rumah yang ada di desa ini hancur karena terbawa longsor dari bukit di atas,” tutur Faza sambil memperlihatkan area yang kini rata dengan tanah dan bebatuan.
Ia menegaskan bahwa kondisi Aceh Tengah belum bisa dikatakan pulih, meski pemberitaan soal bencana mulai berkurang.
“Ini keadaan Aceh Tengah yang katanya sudah baik-baik saja. Aceh belum pulih. Kondisinya masih sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Menurut Faza, longsor susulan masih kerap terjadi, terutama saat hujan turun, disertai banjir-banjir kecil yang kembali mengancam desa-desa di lereng dan lembah.
“Maka jangan lelah untuk terus menyuarakan Aceh. Karena keadaannya masih jauh dari aman,” tegasnya.
Baca Juga: Akses Terputus Pascabanjir, Anak-Anak di Aceh Tengah Terpaksa Seberangi Jembatan Rusak dan Sungai
Akses Jalan Masih Jadi Tantangan Besar
Selain kerusakan permukiman, persoalan besar lain yang dihadapi warga dan relawan adalah akses jalan.
Letak geografis Aceh Tengah yang berada di kawasan pegunungan membuat jalur transportasi sangat rentan terhadap longsor.
Dalam video lain yang diunggah Faza pada Jumat, 9 Januari 2026, terlihat kondisi jalan yang masih berlumpur, licin, dan sulit dilalui kendaraan pengangkut bantuan.
“Kemarin hujan, jadi bekas longsoran sebagian turun lagi. Jalannya jadi lengket dan becek. Harus dibersihkan dulu pakai alat berat,” ucapnya.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari BNPB, masih terdapat ratusan titik rawan longsor di wilayah Aceh Tengah, dan jumlahnya bisa bertambah setiap kali hujan turun.
“Walaupun sudah dibersihkan, kalau hujan turun lagi, kondisinya bisa kembali seperti semula. Ini pemandangan sehari-hari di Takengon,” jelasnya.
Tak jarang, mobil pengangkut logistik terjebak lumpur dan harus ditarik menggunakan alat berat atau kendaraan lain agar bisa melanjutkan perjalanan.
“Hampir semua punggungan gunung mengalami longsor. Jadi risiko itu selalu ada,” tandas Faza.
Artikel Terkait
Pascabanjir Sumatera, Mendagri Tekankan Percepatan Pembersihan Lumpur Jelang Ramadan
Akses Terputus Pascabanjir, Anak-Anak di Aceh Tengah Terpaksa Seberangi Jembatan Rusak dan Sungai
Lewat Dongeng dan Bahasa Anak, Influencer Virdian Aurellio Tanamkan Kesadaran Lingkungan pada Anak-anak Aceh Pascabencana
Keluhkan Tiket Mahal ke Aceh, Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Lebih Murah Terbang via Malaysia