Gantikan STY, John Herdman Dihadapkan Ekspektasi Tinggi Publik untuk Bangun Timnas Indonesia Secara Bertahap

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 9 Januari 2026 | 14:34 WIB
Bung Binder soroti sepak terjang pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman - WartaPesona.com (swarajombang.com)
Bung Binder soroti sepak terjang pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman - WartaPesona.com (swarajombang.com)

Binder menilai pendekatan psikologis Herdman dapat menjadi faktor krusial bagi Timnas Indonesia, yang selama ini kerap dinilai memiliki potensi besar namun belum konsisten secara mental.

Gaya Main Khas : Intensitas Tinggi dan Fisik Kuat

Dari sisi permainan, Binder menyoroti gaya main khas John Herdman yang mengandalkan intensitas tinggi dan kekuatan fisik pemain.

“Seperti yang dia lakukan di Timnas Kanada, dia membangun tim dengan fisik yang kuat dan kemampuan bermain dalam tempo tinggi,” jelas Binder.

Selain itu, Herdman juga dikenal sering memadukan pemain senior dengan talenta muda, menciptakan keseimbangan antara pengalaman dan energi di dalam tim.

Dalam hal formasi, Herdman disebut sebagai pelatih yang fleksibel dan adaptif.

“Dia sering menggunakan formasi tiga bek tengah,” ungkap Binder.

“Dan sejauh riset saya, ketika melatih Kanada, dia selalu mendorong timnya untuk menyerang, menyerang, dan menyerang,” tambahnya.

Karakter menyerang tersebut dinilai berpotensi cocok dengan profil pemain Timnas Indonesia saat ini, termasuk Jay Idzes dan rekan-rekannya, yang mulai terbiasa bermain agresif dan progresif.

Tuntutan Besar di Kursi Panas Timnas Indonesia

Meski memiliki rekam jejak impresif, Binder mengingatkan bahwa tantangan Herdman di Indonesia tidaklah ringan.

Ekspektasi publik kini jauh lebih tinggi dibandingkan satu dekade lalu.

“Pertanyaannya, mampukah John Herdman membawa Timnas Indonesia juara di AFF 2026?” ujar Binder.

“Bisa saja juara. Tapi apakah tuntutan kita terhadap seorang pelatih hanya soal juara? Menurut saya, tidak sesederhana itu,” imbuhnya.

Binder menilai, tuntutan berlebihan tanpa melihat proses justru bisa menjadi tekanan tambahan bagi pelatih baru.

Belajar dari Era Shin Tae-yong

Dalam kesempatan yang sama, Binder mengajak publik untuk berkaca pada era kepelatihan Shin Tae-yong (STY), yang dinilainya sebagai contoh keberhasilan proses jangka panjang.

“Sebelumnya, Shin Tae-yong juga mendapat banyak kritik. Tapi bagi yang percaya proses, hasilnya nyata,” kata Binder.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PWI Mengecam Pernyataan Hotman Paris Hutapea

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:45 WIB
X