Ia juga menyoroti lemahnya penegakan hukum apabila kasus-kasus teror dibiarkan tanpa kejelasan proses dan hasil.
“Jangan biarkan ini terus berlangsung dan tidak terungkap. Tidak ada penjelasan sama sekali, itu tidak boleh,” imbuhnya.
Menurut Mahfud, pembiaran terhadap satu kasus teror dapat menjadi preseden buruk yang berpotensi melahirkan teror-teror serupa di masa depan.
“Kalau satu hal ini Anda biarkan, suatu saat Anda juga bisa mengalami hal yang sama,” tandasnya.
Baca Juga: Mahfud MD Buka-bukaan soal Penegakan Hukum 2025, Sejumlah Kasus Besar Dinilai Stagnan
Rentetan Kasus Teror terhadap Aktivis dan Influencer
Sejumlah kasus teror yang terjadi sepanjang akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 pun menjadi sorotan luas di media sosial.
Rumah Aktivis Greenpeace Dikirimi Bangkai Ayam
Pada 30 Desember 2025, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mengalami teror berupa pengiriman bangkai ayam ke rumahnya.
Berdasarkan keterangan Greenpeace, bangkai ayam tersebut ditemukan di teras rumah tanpa pembungkus.
Di kaki bangkai ayam itu terikat secarik kertas berisi pesan bernada ancaman.
“Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu,” demikian isi pesan yang tertulis.
Teror tersebut diduga berkaitan dengan sikap kritis Iqbal terhadap isu lingkungan dan kebijakan energi, termasuk dalam konteks bencana ekologis yang terjadi di Sumatera.
Baca Juga: Diteror Bangkai Ayam hingga Bom Molotov, DJ Donny Tempuh Jalur Hukum
Influencer Asal Aceh Alami Teror Berlapis
Kasus serupa juga dialami kreator konten asal Aceh, Sherly Annavita. Ia mengungkapkan dirinya mendapat teror beruntun setelah menyuarakan pandangannya terkait penanganan bencana Sumatera.
Melalui akun Instagram resminya, @sherlyannavita, pada 30 Desember 2025, Sherly menyebut teror awalnya berupa pesan ancaman yang dikirim ke nomor pribadi dan akun media sosialnya selama beberapa hari.
Namun, teror tersebut kemudian meningkat ke tahap yang lebih nyata.
Artikel Terkait
Diteror Bangkai Ayam hingga Bom Molotov, DJ Donny Tempuh Jalur Hukum
Mahfud MD Buka-bukaan soal Penegakan Hukum 2025, Sejumlah Kasus Besar Dinilai Stagnan
Teror Tengah Malam, Sherly Annavita Publikasikan Bukti CCTV Usai Rumahnya Dilempar Telur Busuk
Nadiem Makarim Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Rp809 Miliar dalam Perkara Chromebook