Aceh Tamiang Jadi Salah Satu Wilayah Terparah
Hingga kini, Aceh Tamiang masih tercatat sebagai salah satu daerah dengan dampak paling berat dalam bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa per 26 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di tiga provinsi mencapai 1.135 orang.
Korban tersebut berasal dari 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain itu, 173 orang masih dinyatakan hilang, sementara sekitar 489 ribu jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau hancur.
BNPB juga mencatat sebanyak 157.838 rumah mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Khusus di Aceh Tamiang, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 88 orang.
Data tersebut menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya berupa kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan trauma mendalam bagi para penyintas.
Kisah bertahan hidup di atas atap rumah, di tengah hujan dan gelapnya malam, menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, serta respons cepat dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang. *****
Artikel Terkait
Pascabanjir di Bener Meriah, Jembatan Darurat Masih Rawan dan Akses Logistik Terhambat
Hidup di Tengah Krisis Air Bersih, Warga Tamiang Hulu Gunakan Air Banjir untuk Aktivitas Sehari-hari
Akses Terputus, Relawan dan Warga Gotong Royong Seberangkan Logistik ke Desa Pasir Gayo Lues
Banjir Susulan di Agam Sumatera Barat, Arus Deras Seret Batu dan Puing Kayu ke Permukiman