Pascabanjir di Bener Meriah, Jembatan Darurat Masih Rawan dan Akses Logistik Terhambat

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 29 Desember 2025 | 20:48 WIB
Sejumlah akses jalan masih terputus di Bener Meriah, Aceh - WartaPesona.com (Indonesia Move)
Sejumlah akses jalan masih terputus di Bener Meriah, Aceh - WartaPesona.com (Indonesia Move)

WartaPesona.com - Putusnya akses jalan utama di Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh membuat wilayah ini sulit dijangkau kendaraan bantuan, sehingga kebutuhan dasar warga belum terpenuhi secara merata.

“Akses jalan utama putus di Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah. Memang masih banyak daerah di Bener Meriah yang belum terjangkau,”

ujar dokter sekaligus relawan banjir Aceh dalam unggahan akun Instagram @dr.ilhamsyhputra pada Jumat, 26 Desember 2025.

Distribusi Bantuan Terhambat Akses

Menurut relawan tersebut, tim bantuan hanya mampu menjangkau hingga Kampung Tembolon dan perbatasan Kecamatan Rusip.

Padahal, terdapat sedikitnya 14 kampung di Kecamatan Syiah Utama yang membutuhkan bantuan logistik dan pelayanan darurat.

Terbatasnya akses membuat penyaluran bantuan harus dilakukan secara bertahap dan dengan berbagai keterbatasan.

Bantuan yang dibawa menggunakan kendaraan roda empat tidak bisa langsung masuk ke seluruh wilayah desa, sehingga distribusi memerlukan tenaga tambahan dan waktu lebih lama.

Baca Juga: Jalan Terputus, Warga Rusip Antara Aceh Tengah Bangun Jembatan Darurat Secara Manual

Jembatan Darurat Sederhana dan Berisiko

Untuk membuka kembali jalur distribusi, warga bersama aparat TNI dan Polri berupaya membangun jembatan darurat secara swadaya.

Jembatan tersebut dibuat dari material sederhana sebagai penghubung sementara akibat jembatan utama yang rusak diterjang banjir.

Namun, kondisi jembatan darurat ini dinilai sangat berisiko, terutama saat digunakan untuk mengangkut bantuan logistik dalam jumlah besar.

“Ini jembatan putus, rusak. Sehingga masyarakat di sini gotong royong bersama TNI dan Polri membangun jembatan baru seadanya, dan itu sangat berbahaya saat membawa muatan,” jelasnya.

Akibat keterbatasan tersebut, kendaraan bantuan terpaksa melakukan bongkar muat sebagian sebelum melintasi jembatan darurat.

Barang-barang bantuan kemudian dipindahkan secara manual untuk diteruskan ke desa-desa terdampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X