Usai Bantu Distribusi Cabai, Ferry Irwandi Beberkan Komoditas Unggulan Lain untuk Bangkitkan Ekonomi Sumatera

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 24 Desember 2025 | 15:11 WIB
Influencer, Ferry Irwandi ungkap terkait rantai pasokan hasil tani dari Sumatera untuk memutar ekonomi warga yang terdampak bencana - WartaPesona.com (Radar Pasuruan)
Influencer, Ferry Irwandi ungkap terkait rantai pasokan hasil tani dari Sumatera untuk memutar ekonomi warga yang terdampak bencana - WartaPesona.com (Radar Pasuruan)

WartaPesona.com - Inisiatif ini digagas oleh influencer sekaligus aktivis kemanusiaan, Ferry Irwandi, yang turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana di Sumatera.

Melihat langsung dampak rusaknya infrastruktur, terputusnya akses jalan, hingga lumpuhnya aktivitas jual beli warga, Ferry bersama jejaring relawan dan pelaku usaha tani mencoba membuka jalur distribusi baru bagi hasil panen petani.

Sebelumnya, Ferry dan timnya telah mengirimkan puluhan ton cabai dari Aceh ke berbagai wilayah di luar Sumatera, termasuk Jakarta.

Namun, di balik langkah tersebut, Ferry justru menekankan pentingnya menjaga keseimbangan rantai pasok agar distribusi bantuan ekonomi tidak menimbulkan persoalan baru di pasar.

“Seperti yang teman-teman ketahui, kita sama Rumah Tani itu sudah mengambil berpuluh ton cabai,” ujar Ferry melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @irwandiferry, Rabu, 24 Desember 2025.

Ia menjelaskan, hasil tani tersebut tidak sepenuhnya disalurkan ke Jakarta. Distribusi justru dilakukan ke beberapa titik berbeda agar pasokan tidak menumpuk di satu wilayah saja.

“Plotting-nya, untuk teman-teman ketahui, kita sebar ke berbagai titik di luar Jakarta,” imbuhnya.

Baca Juga: Darurat Air Bersih, Warga Aceh Tamiang Bertahan 15 Hari Gunakan Air Hijau Bekas Pabrik Sawit

Ekonomi Dasar untuk Bertahan Hidup

Menurut Ferry, langkah ini berangkat dari alasan yang sangat mendasar, yakni menyelamatkan ekonomi warga pascabencana.

Ia menyoroti kondisi masyarakat di sejumlah wilayah pedalaman Sumatera yang harus berjuang keras untuk bertahan hidup setelah banjir bandang merusak akses transportasi dan fasilitas umum.

“Alasannya simpel, ekonomi dasar saja,” tegas Ferry.

Ia mengungkapkan, tak sedikit warga yang harus berjalan puluhan kilometer demi menjual hasil tani ke wilayah perkotaan.

Kondisi tersebut membuat hasil panen kerap terbuang atau dijual dengan harga sangat rendah, karena keterbatasan akses dan daya beli pasar lokal.

Namun demikian, Ferry memastikan bahwa distribusi komoditas ini dilakukan dengan perhitungan matang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X