Ia bahkan mengungkapkan rencana konkret pengiriman kopi dengan nilai besar sebagai tahap awal.
“Besok inisiasi pertama kita akan membawa kopi satu miliar, kita jalan lagi, lalu membawa bawang merah dan kopi lagi senilai 10 ton, beserta komoditas yang lain,” tandasnya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu petani menjual hasil panen mereka, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan ekonomi jangka menengah bagi masyarakat Sumatera yang terdampak bencana.
Bagi Ferry, menjaga keseimbangan antara bantuan kemanusiaan dan stabilitas pasar adalah kunci agar niat baik tidak berujung pada persoalan baru. *****
Baca Juga: Pascabanjir Bandang, Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang Gunakan Air Banjir untuk Kebutuhan Harian
Artikel Terkait
Pascabanjir Bandang, Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang Gunakan Air Banjir untuk Kebutuhan Harian
Berbekal Senter dan Alat Seadanya, Warga Pematang Durian Bersihkan Jembatan di Tengah Gelap
Setelah Terputus Banjir Bandang, Jalur Tenge Besi Kembali Dibuka untuk Distribusi Bantuan ke Takengon
Darurat Air Bersih, Warga Aceh Tamiang Bertahan 15 Hari Gunakan Air Hijau Bekas Pabrik Sawit