“Ini mau Lebaran, mungkin dari sini kami minta bantuan, yang mungkin bisa memberi perhatian pada kami. Penanggulangan tanggul untuk saat ini,” ucap Andi.
Menurutnya, tanggul darurat menjadi kebutuhan mendesak agar aliran sungai tidak semakin meluas dan merusak pemukiman yang tersisa.
Tanpa penanganan cepat, warga khawatir kampung mereka akan semakin sulit untuk dihuni.
Kehilangan Mata Pencaharian
Dampak banjir bandang juga menghentikan aktivitas ekonomi warga. Sebagian besar penduduk Dusun Suka Maju menggantungkan hidup dari sektor perkebunan, terutama sawit dan karet.
Namun, pascabencana, akses menuju kebun terputus dan banyak lahan terdampak.
“Penghasilan kami dari tanaman-tanaman yang di sini, terutama sawit dan karet. Sementara kami rata-rata pekerja upahan, ngambil hasil dari ladang orang. Yang punya ladang bukan orang sini,” jelas Andi.
Kondisi tersebut membuat warga semakin bergantung pada bantuan dari luar dusun, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk pemulihan ekonomi mereka.
Mengungsi dan Bertahan di Masjid Kampung
Hingga kini, sebagian warga masih mengungsi dan bertahan di masjid kampung Dusun Suka Maju (Benteng).
Masjid tersebut menjadi tempat berlindung sementara bagi keluarga yang rumahnya terdampak atau dinilai tidak aman untuk ditempati.
Di tengah keterbatasan, warga mencoba bertahan dengan saling membantu. Namun, kebutuhan logistik, perlengkapan tidur, hingga sanitasi masih menjadi persoalan yang mereka hadapi setiap hari.
“Yang penting sekarang kami bisa aman dulu. Soal rumah dan kerja nanti menyusul, asal ada bantuan,” ungkap seorang warga.
Baca Juga: Berbekal Senter dan Alat Seadanya, Warga Pematang Durian Bersihkan Jembatan di Tengah Gelap
Data Dampak dan Rencana Penanganan
Berdasarkan laporan awal pascabencana, sebanyak 75 rumah di Dusun Suka Maju (Benteng) terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Jumlah warga yang tinggal di dusun tersebut diperkirakan mencapai sekitar 246 jiwa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Artikel Terkait
Berbekal Senter dan Alat Seadanya, Warga Pematang Durian Bersihkan Jembatan di Tengah Gelap
Setelah Terputus Banjir Bandang, Jalur Tenge Besi Kembali Dibuka untuk Distribusi Bantuan ke Takengon
Darurat Air Bersih, Warga Aceh Tamiang Bertahan 15 Hari Gunakan Air Hijau Bekas Pabrik Sawit
Usai Bantu Distribusi Cabai, Ferry Irwandi Beberkan Komoditas Unggulan Lain untuk Bangkitkan Ekonomi Sumatera