Kisah Warga Dusun Suka Maju Tapsel Bertahan Hidup Pascabanjir Bandang di Tengah Ancaman Sungai Baru

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 29 Desember 2025 | 15:13 WIB
Warga di Tapanuli Selatan mencemaskan keluarganya di masa depan usai rumahnya kini menjadi aliran sungai baru pascabanjir - WartaPesona.com (Silanews)
Warga di Tapanuli Selatan mencemaskan keluarganya di masa depan usai rumahnya kini menjadi aliran sungai baru pascabanjir - WartaPesona.com (Silanews)

“Ini mau Lebaran, mungkin dari sini kami minta bantuan, yang mungkin bisa memberi perhatian pada kami. Penanggulangan tanggul untuk saat ini,” ucap Andi.

Menurutnya, tanggul darurat menjadi kebutuhan mendesak agar aliran sungai tidak semakin meluas dan merusak pemukiman yang tersisa.

Tanpa penanganan cepat, warga khawatir kampung mereka akan semakin sulit untuk dihuni.

Baca Juga: Setelah Terputus Banjir Bandang, Jalur Tenge Besi Kembali Dibuka untuk Distribusi Bantuan ke Takengon

Kehilangan Mata Pencaharian

Dampak banjir bandang juga menghentikan aktivitas ekonomi warga. Sebagian besar penduduk Dusun Suka Maju menggantungkan hidup dari sektor perkebunan, terutama sawit dan karet.

Namun, pascabencana, akses menuju kebun terputus dan banyak lahan terdampak.

“Penghasilan kami dari tanaman-tanaman yang di sini, terutama sawit dan karet. Sementara kami rata-rata pekerja upahan, ngambil hasil dari ladang orang. Yang punya ladang bukan orang sini,” jelas Andi.

Kondisi tersebut membuat warga semakin bergantung pada bantuan dari luar dusun, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk pemulihan ekonomi mereka.

Mengungsi dan Bertahan di Masjid Kampung

Hingga kini, sebagian warga masih mengungsi dan bertahan di masjid kampung Dusun Suka Maju (Benteng).

Masjid tersebut menjadi tempat berlindung sementara bagi keluarga yang rumahnya terdampak atau dinilai tidak aman untuk ditempati.

Di tengah keterbatasan, warga mencoba bertahan dengan saling membantu. Namun, kebutuhan logistik, perlengkapan tidur, hingga sanitasi masih menjadi persoalan yang mereka hadapi setiap hari.

“Yang penting sekarang kami bisa aman dulu. Soal rumah dan kerja nanti menyusul, asal ada bantuan,” ungkap seorang warga.

Baca Juga: Berbekal Senter dan Alat Seadanya, Warga Pematang Durian Bersihkan Jembatan di Tengah Gelap

Data Dampak dan Rencana Penanganan

Berdasarkan laporan awal pascabencana, sebanyak 75 rumah di Dusun Suka Maju (Benteng) terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Jumlah warga yang tinggal di dusun tersebut diperkirakan mencapai sekitar 246 jiwa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X