Sejumlah warga mengungkapkan bahwa bantuan air bersih belum menjangkau seluruh titik pemukiman secara merata.
Akses jalan yang masih terendam serta kondisi geografis desa yang cukup terpencil menjadi kendala dalam distribusi bantuan.
“Kami tidak punya pilihan lain. Sumur sudah tidak bisa dipakai, air sungai juga kotor. Yang ada hanya air ini,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Keterangan yang menyertai video tersebut juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan warga bukanlah pilihan, melainkan keharusan demi menyambung nyawa.
Air genangan banjir yang tersisa di sekitar rumah menjadi satu-satunya sumber air untuk kebutuhan dapur.
Baca Juga: Kisah Pesantren yang Jadi Benteng Alami di Tengah Terjangan Banjir Bandang Aceh Tamiang
Ancaman Kesehatan Mengintai
Penggunaan air banjir untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari tentu menyimpan risiko kesehatan yang besar.
Air yang tercemar lumpur, bakteri, dan limbah berpotensi memicu berbagai penyakit, mulai dari diare, infeksi kulit, hingga penyakit saluran pencernaan lainnya.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan mengingat pascabanjir biasanya menjadi masa rawan penyebaran penyakit.
Minimnya fasilitas kesehatan di sekitar desa membuat warga semakin rentan.
Beberapa relawan yang sempat masuk ke wilayah tersebut menyebutkan bahwa kebutuhan mendesak warga saat ini adalah pasokan air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan sanitasi.
Mereka berharap distribusi bantuan dapat segera diperluas agar menjangkau seluruh warga terdampak.
Baca Juga: Terinspirasi Film TIMUR, Raffi Ahmad Salurkan Keuntungan Tiket untuk Bantu Sumatera
Harapan Akan Bantuan dan Perhatian
Kisah dari Desa Sekumur menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada fase evakuasi semata.
Pemenuhan kebutuhan dasar, terutama air bersih, menjadi prioritas utama dalam masa pemulihan.
Artikel Terkait
Perjuangan Panjang Warga Tapanuli Tengah, Tempuh 9 Jam Jalan Kaki Panggul Sembako
Terinspirasi Film TIMUR, Raffi Ahmad Salurkan Keuntungan Tiket untuk Bantu Sumatera
Kisah Pesantren yang Jadi Benteng Alami di Tengah Terjangan Banjir Bandang Aceh Tamiang
Banjir Bandang Aceh Tamiang Sisakan Kayu Super Besar, Warga Sebut Tak Pernah Terlihat Sebelumnya