Kisah Pesantren yang Jadi Benteng Alami di Tengah Terjangan Banjir Bandang Aceh Tamiang

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 24 Desember 2025 | 10:27 WIB
Masjid pesantren yang menahan derasnya arus banjir bandang di Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu - WartaPesona.com (Instagram : infipop.id)
Masjid pesantren yang menahan derasnya arus banjir bandang di Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu - WartaPesona.com (Instagram : infipop.id)

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Ia juga menyinggung soal tanggung jawab pihak-pihak yang diduga melakukan penebangan kayu di kawasan hulu.

“Andai yang menebang mau tanggung jawab merelokasinya, karena mereka sudah mengambil keuntungannya, sedangkan musibahnya dirasakan warga,” ujar Arie.

Lebih lanjut, Arie menyebut bahwa jika kondisi tersebut benar-benar ditinjau secara serius, pemerintah seharusnya mengambil langkah tegas.

“Kalau melihat ini, aku yakin pemerintah akan marah dan mengambil tindakan kepada mereka,” tandasnya.

Baca Juga: Banjir Rusak Rumah Warga Desa Sekumur, Terpaksa Bertahan di Bawah Terpal

Harapan Evaluasi Lingkungan dan Perlindungan Warga

Peristiwa banjir bandang di Aceh Tamiang tidak hanya meninggalkan kisah pilu, tetapi juga membuka diskusi publik mengenai pengelolaan hutan, aliran sungai, serta perlindungan kawasan pemukiman di daerah rawan bencana.

Kisah PP Darul Mukhlisin yang menjadi benteng alami di tengah bencana menjadi simbol keteguhan sekaligus pengingat bahwa pembangunan, pelestarian lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana harus berjalan beriringan demi keselamatan masyarakat. *****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X