Tawa polos itu seolah memecah suasana pengungsian yang selama ini dipenuhi rasa cemas dan kelelahan.
Ketulusan bocah tersebut semakin terasa saat ia terus mengulang ucapan terima kasih kepada para relawan.
Senyumnya tak luntur sedikit pun, bahkan setelah bantuan diterima. Sikap sederhana itu mencerminkan betapa besar arti perhatian dan kepedulian bagi anak-anak korban bencana.
“Makasih bu,” katanya lagi, sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan.
Momen ini pun mendapat banyak respons positif dari warganet. Banyak yang mengaku terharu melihat kebahagiaan sederhana seorang anak di tengah situasi sulit.
Baca Juga: Tiga Hari Menahan Lapar dan Haus, Warga Aceh Tamiang Hanya Terima Beras Dua Gelas
Tak sedikit pula yang menyebut keceriaan bocah itu sebagai penguat mental, bukan hanya bagi sesama pengungsi, tetapi juga bagi para relawan yang setiap hari berjibaku menyalurkan bantuan.
Di tengah duka dan kehilangan akibat banjir Aceh Tamiang, kepolosan anak-anak seperti bocah ini menjadi pengingat bahwa harapan masih ada.
Tawa kecil dan rasa syukur yang tulus mampu menjadi pelipur lara, menyuntikkan energi positif, dan menguatkan semua pihak untuk terus bertahan dan saling membantu menghadapi cobaan bersama. *****
Baca Juga: Ketua Posko Aceh Pilih Mengalah : “Biarkan Beras Ini untuk Desa yang Belum Tersentuh Bantuan”
Artikel Terkait
Ketua Posko Aceh Pilih Mengalah : “Biarkan Beras Ini untuk Desa yang Belum Tersentuh Bantuan”
Tiga Hari Menahan Lapar dan Haus, Warga Aceh Tamiang Hanya Terima Beras Dua Gelas
Derita Warga Desa Juar Aceh Tamiang : Kelaparan dan Kehilangan Harta Setelah Banjir Bandang
Akses Putus usai Banjir Bandang, Ibu Hamil di Sumbar Terpaksa Lewati Tebing Curam